MODEL PROJECT
BASED LEARNING (PjBL)
DENGAN PENDEKATAN ETHNO CIVIC SEBAGAI PENGUATAN
KETERAMPILAN KOLABORASI DAN PEMAHAMAN KEWARGANEGARAAN PADA SISWA SEKOLAH DASAR
Nama : Dicky Listiana
NIM :
24010855099
Program : Magister (S2)
Departemen : Pendidikan Dasar
Fakultas : Fakultas Ilmu Pendidikan
Universitas : Universitas Negeri Surabaya
Pembimbing 1 : Dr. Ari Metalin Ika Puspita, S.Pd.SD.,M.Pd.
Pembimbing 2 : Prof. Dr. Hj. Raden Roro Nanik Setyowati, M.Si.
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat
pembelajaran model Project Based Learning (PjBL) dengan pendekatan Ethno
Civic sebagai upaya penguatan keterampilan kolaborasi dan pemahaman
kewarganegaraan pada siswa kelas III Sekolah Dasar. Latar belakang penelitian
ini berangkat dari tantangan pendidikan abad ke-21 yang menuntut peserta didik
memiliki keterampilan kolaboratif, berpikir kritis, dan pemahaman kontekstual
terhadap nilai-nilai kewarganegaraan. Hasil observasi dan wawancara di SD
Negeri 2 Tanjunganom dan SD Negeri 4 Sumberkepuh menunjukkan bahwa pembelajaran
masih didominasi oleh metode konvensional, minim variasi, serta kurang
mengaitkan materi dengan konteks budaya lokal dan kehidupan nyata siswa. Hal
ini berdampak pada rendahnya partisipasi aktif siswa dalam kerja kelompok dan
lemahnya pemahaman terhadap hak, kewajiban, serta nilai-nilai kebangsaan.
Model
PjBL dengan pendekatan Ethno Civic dirancang untuk menjawab permasalahan
tersebut melalui pembelajaran berbasis proyek yang mengintegrasikan nilai-nilai
budaya lokal dalam proses pembelajaran kewarganegaraan. Pendekatan ini diyakini
mampu menciptakan pengalaman belajar yang autentik, interdisipliner, dan
bermakna, sekaligus menumbuhkan empati, toleransi, dan tanggung jawab sosial
siswa. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development
(R&D) dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development,
Implementation, Evaluation ). Tahap analisis melibatkan identifikasi
kebutuhan, analisis materi, lingkungan belajar, dan perangkat pembelajaran.
Tahap desain meliputi perumusan pertanyaan mendasar, perancangan proyek,
penjadwalan, pemantauan, penilaian, dan refleksi. Tahap pengembangan
menghasilkan prototipe modul ajar yang divalidasi oleh ahli media, materi,
bahasa, dan praktisi pendidikan. Tahap implementasi dilakukan melalui uji coba
skala kecil dan lapangan, sedangkan tahap evaluasi menggunakan angket respon
siswa dan guru untuk menilai kepraktisan dan efektivitas produk.
Hasil
penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan valid
secara isi, praktis digunakan oleh guru, dan efektif dalam meningkatkan
keterampilan kolaborasi serta pemahaman kewarganegaraan siswa. Validasi ahli
menunjukkan bahwa modul ajar memenuhi kriteria kelayakan isi, kebahasaan, dan
kesesuaian dengan sintaks PjBL. Uji coba lapangan menunjukkan peningkatan
signifikan dalam partisipasi aktif siswa dalam kerja kelompok, kemampuan
berkomunikasi, serta pemahaman terhadap konsep-konsep kewarganegaraan yang
dikaitkan dengan nilai-nilai budaya lokal. Siswa menjadi lebih antusias,
terlibat dalam diskusi, dan mampu mengaitkan materi dengan kehidupan
sehari-hari. Guru juga menyatakan bahwa pendekatan ini membantu menciptakan
suasana belajar yang lebih hidup, reflektif, dan bermakna.
Kebaruan
dari penelitian ini terletak pada integrasi pendekatan Ethno Civic dalam
struktur PjBL yang belum banyak dikembangkan dalam konteks pendidikan dasar di
Indonesia. Penelitian ini tidak hanya menghasilkan perangkat pembelajaran yang
aplikatif, tetapi juga memberikan kontribusi konseptual terhadap pengembangan
model pembelajaran yang humanistik, kontekstual, dan berbasis budaya. Dengan
mengangkat nilai-nilai lokal sebagai sumber belajar, siswa tidak hanya belajar
menjadi warga negara yang baik, tetapi juga menjadi individu yang menghargai
keberagaman dan mampu berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat secara aktif
dan bertanggung jawab. Penelitian ini merekomendasikan penerapan model PjBL
dengan pendekatan Ethno Civic secara lebih luas di sekolah dasar sebagai
strategi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman dan karakteristik
budaya Indonesia.
Kata
Kunci : Model Project Based Learning , Ethno Civic ,
Keterampilan Kolaborasi, Pemahaman Kewarganegaraan, Sekolah Dasar