PERAN PROGRAM PROKLIM LESTARI SEBAGAI COMMUNITY EMPOWERMENT DI RW 01 KELURAHAN BANJARSUGIHAN
The Role of the ProKlim Lestari Program in Community Empowerment in RW 01, Banjarsugihan Subdistrict
Peran Program Proklim Lestari sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat diwujudkan melalui kegiatan penyadaran, pendampingan, dan pengkaderan yang diterapkan di RW 01 Kelurahan Banjarsugihan, Kota Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana program tersebut mendorong keterlibatan warga dalam pengelolaan lingkungan berbasis komunitas. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari tujuh informan kunci, yaitu Ketua RW, Kader Proklim Lestari, Kader Surabaya Hebat, Kader Bank Sampah, dan Ketua Karang Taruna. Analisis data dilakukan dengan teknik triangulasi untuk memperoleh validitas informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Proklim Lestari berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan melalui edukasi berkelanjutan dan pelatihan teknis. Pendampingan yang konsisten dan pengkaderan yang melibatkan berbagai elemen warga turut memperkuat partisipasi kolektif. Keberhasilan program didukung oleh partisipasi aktif warga, kerja sama lintas elemen masyarakat, dan pembinaan yang berkelanjutan, meskipun masih terdapat hambatan seperti sikap apatis sebagian warga dan keterbatasan sarana pendukung. Secara keseluruhan, Program Proklim Lestari terbukti efektif dalam membentuk komunitas yang lebih sadar lingkungan, partisipatif, dan mandiri dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup.
Kata kunci: Proklim Lestari, pemberdayaan masyarakat, penyadaran, pendampingan, pengkaderan
The role of the Proklim Lestari Program as a community empowerment instrument is manifested through awareness-building, mentoring, and cadre development activities implemented in RW 01, Banjarsugihan Sub-district, Surabaya City. This study aims to describe how the program encourages citizen engagement in community-based environmental management. The research employs a descriptive qualitative approach, using data collection techniques such as in-depth interviews, participatory observation, and documentation. The research subjects consisted of seven key informants, including the neighborhood head (RW), Proklim Lestari cadre, Surabaya Hebat cadre, waste bank cadre, and youth organization leaders (Karang Taruna). Data were analyzed using triangulation techniques to ensure validity. The results show that the Proklim Lestari Program has succeeded in raising public awareness of environmental issues through continuous education and technical training. Consistent mentoring and cadre development involving various community elements have also strengthened collective participation. The success of the program is supported by active community involvement, cross-sector collaboration, and continuous guidance, although challenges remain, such as apathy from some residents and limited supporting infrastructure. Overall, the Proklim Lestari Program has proven effective in fostering a more environmentally conscious, participatory, and self-reliant community in preserving environmental sustainability.
Keywords: Proklim Lestari, community empowerment, awareness, mentoring, cadre development