Jelajah Kota Lama Surabaya sebagai Strategi Menarik Minat Belajar Generasi Z
Exploring Surabaya Old Town as a Strategy to Increase Generation Z’s Learning Interest
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya ketertarikan siswa terhadap pembelajaran sejarah yang sering dianggap monoton, tekstual, dan kurang relevan dengan kehidupan peserta didik. Kota Lama Surabaya sebagai kawasan bersejarah memiliki potensi sebagai media belajar kontekstual karena menyimpan jejak kolonial, perkembangan kota pelabuhan, serta dinamika sosial masyarakat Surabaya pada masa lalu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rancangan dan pelaksanaan pembelajaran sejarah berbasis outdoor learning di situs sejarah, mengidentifikasi tantangan serta faktor pendukung yang dihadapi guru, dan mengetahui respons siswa terhadap kegiatan pembelajaran luar kelas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, angket, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi guru sejarah dari SMA Kartika IV–3 Surabaya, SMAN 8 Surabaya, SMAN 19 Surabaya, SMA Hang Tuah 1 Surabaya, dan SMKN 5 Surabaya, serta beberapa siswa sebagai informan pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran luar kelas di situs sejarah mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih konkret, visual, kontekstual, dan tidak membosankan. Siswa menunjukkan respons positif melalui kegiatan observasi, diskusi, pencatatan informasi, dokumentasi foto atau video, pembuatan vlog, makalah, poster digital, dan presentasi. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi kendala berupa biaya, perizinan, transportasi, cuaca, keterbatasan guru pendamping, waktu kunjungan, dan perbedaan tingkat ketertarikan siswa. Dengan perencanaan yang sistematis, pendampingan guru, LKPD yang jelas, dan pengelolaan kegiatan lapangan yang matang, outdoor learning di Kota Lama Surabaya berpotensi menjadi strategi pembelajaran sejarah yang efektif untuk menarik minat belajar Generasi Z.
Kata kunci: Kota Lama Surabaya, outdoor learning, pembelajaran sejarah, minat belajar.
The research is motivated by students’ low interest in history learning, which is often perceived as monotonous, textual, and less relevant to their daily lives. Kota Lama Surabaya, as a historical area, has strong potential to be used as a contextual learning medium because it preserves colonial traces, the development of a port city, and the social dynamics of Surabaya in the past. This study aims to analyze the design and implementation of history learning through outdoor learning at historical sites, identify the challenges and supporting factors faced by teachers, and examine students’ responses to outdoor learning activities. This research employed a qualitative method with data collected through observation, in-depth interviews, questionnaires, and documentation. The research subjects consisted of history teachers from SMA Kartika IV–3 Surabaya, SMAN 8 Surabaya, SMAN 19 Surabaya, SMA Hang Tuah 1 Surabaya, and SMKN 5 Surabaya, as well as several students as supporting informants. The findings show that outdoor learning at historical sites provides students with a more concrete, visual, contextual, and engaging learning experience. Students responded positively through various activities, such as site observation, group discussion, note-taking, photo and video documentation, vlog production, paper writing, digital poster creation, and presentation. However, the implementation still faces several obstacles, including cost, school permission, transportation, weather conditions, limited teacher supervision, limited visiting time, and differences in students’ levels of interest. With systematic planning, teacher assistance, clear student worksheets, and well-managed field activities, outdoor learning in Kota Lama Surabaya has the potential to become an effective history learning strategy to increase Generation Z’s interest in learning history.
Keywords: Surabaya Old Town, outdoor learning, history learning, learning interest.