Pengembangan Instrumen Tes Berbasis High Order Thinking Skills (HOTS) dengan Memanfaatkan Aplikasi Quizizz
Development of a Test Instrumen Based On High Order Thinking Skills (HOTS) Using The Quizizz Application
Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengetahui proses pengembangan instrumen tes berbasis High Order Thinking Skills (HOTS) dan mengetahui kelayakannya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan (Research & Development) dengan model pengembangan Four D (4D) yaitu pendefinisian (definition), mendesain (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (disseminate). Subjek penelitian ini berjumlah 56 siswa dengan uji coba di SMK PGRI 13 Surabaya pada kompetensi keahlian Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis. Instrumen tes ini dilakukan uji kelayakan dengan metode expert judgment dan Classical Theory Test (CTT). Dari proses expert judgment menghasilkan instrumen tes dinilai sangat layak oleh ahli materi dengan presentase sebesar 93,33%, layak oleh ahli bahasa dengan presentase sebesar 80%, dan sangat layak oleh ahli evaluasi dengan presentase sebesar 92%. Dari proses CTT menghasilkan 30 instrument dinilai valid dan 10 instrument dinilai tidak valid. 30 butir instrumen dinyatakan reliabel dengan nilai Cornbach’s Alpha sebesar 0,805. Daya pembeda instrumen menunjukkan 22 instrumen dinilai baik dan 8 instrument dinilai cukup baik. Efektifitas pengecoh pada masing-masing butir instrument dinilai efektif.
This development research aims to determine the process of developing a test instrument based on High Order Thinking Skills (HOTS) and determine its feasibility. This research is a type of research and development with the Four D (4D) development model, namely defining, designing, developing and disseminating. The subjects of this research were 56 students with trials at SMK PGRI 13 Surabaya on Office Management and Business Services skills competencies. This test instrument was tested for feasibility using the expert judgment method and the Classical Theory Test (CTT). The expert judgment process resulted in the test instrument being rated as very appropriate by material experts with a percentage of 93.33%, appropriate by language experts with a percentage of 80%, and very appropriate by evaluation experts with a percentage of 92%. The CTT process resulted in 30 instruments being rated as valid and 10 instruments being rated as invalid. The 30 instrument items were declared reliable with a Cornbach's Alpha value of 0.805. The differentiating power of the instruments showed that 22 instruments were rated as good and 8 instruments were rated as quite good. The effectiveness of the distractors on each item of the instrument was assessed as effective.