PENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI PADA PEGAWAI KECAMATAN GUBENG
The Influence of Organizational Culture on Organizational Commitment among Employees of Gubeng Subdistrict
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh budaya organisasi terhadap komitmen pegawai di Kantor Kecamatan Gubeng, Surabaya. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan metode survei yang melibatkan 89 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya menggunakan SPSS versi 29. Hasil analisis regresi linier sederhana menunjukkan bahwa budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen pegawai, dengan koefisien regresi sebesar 0,291 dan tingkat signifikansi 0,000. Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,418 menunjukkan bahwa budaya organisasi mampu menjelaskan 41,8% variansi komitmen pegawai. Temuan ini mengindikasikan bahwa nilai-nilai organisasi seperti disiplin, tanggung jawab, kerja sama tim, dan komunikasi yang efektif apabila diterapkan secara konsisten dapat meningkatkan loyalitas dan keterikatan emosional pegawai terhadap organisasi. Implikasi dari penelitian ini menyoroti perlunya para pemimpin di Kantor Kecamatan Gubeng untuk terus memperkuat peran mereka sebagai teladan dalam membangun budaya kerja positif yang mendukung keterlibatan pegawai. Program pelatihan rutin, pembinaan, dan evaluasi budaya kerja juga direkomendasikan guna memastikan keberlanjutan nilai-nilai organisasi. Oleh karena itu, penguatan budaya organisasi merupakan upaya strategis untuk meningkatkan komitmen pegawai, menjaga stabilitas kinerja organisasi, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. Penelitian ini juga memberikan dasar bagi institusi pemerintah lainnya untuk mengembangkan model manajemen sumber daya manusia berbasis internalisasi budaya organisasi.
This study aims to analyze the influence of organizational culture on employee commitment in the Gubeng District Office, Surabaya. A quantitative approach was applied using a survey method involving 89 respondents. Data were collected through a questionnaire that had been tested for validity and reliability using SPSS version 29. The results of the simple linear regression analysis show that organizational culture has a positive and significant effect on employee commitment, with a regression coefficient of 0.291 and a significance level of 0.000. The coefficient of determination (R²) of 0.418 indicates that organizational culture explains 41.8% of the variance in employee commitment. These findings suggest that organizational values such as discipline, responsibility, teamwork, and effective communication—when consistently implementedcan enhance employee loyalty and emotional attachment to the organization. The implications of this study highlight the need for leaders at the Gubeng District Office to continuously strengthen their role as role models in promoting a positive work culture that supports employee engagement. Regular training programs, coaching, and evaluations of work culture are also recommended to ensure the sustainability of organizational values. Therefore, strengthening organizational culture is a strategic effort to enhance employee commitment, maintain organizational performance stability, and improve the quality of public service delivery. This study also provides a foundation for other government institutions to develop human resource management models based on the internalization of organizational culture