Pembentukan dan Pergeseran Makna Shouryakugo Pada Mobile Game IDOLiSH7 Karya Bunta Tsushimi
Pembentukan serta perubahan bahasa dan kata akan selalu terjadi seiring dengan berkembangnya teknologi manusia akibat adanya inisiasi oleh anak muda melalui media massa. Fenomena ini disebut sebagai slang. Dalam bahasa Jepang, kata slang disebut sebagai "Wakamono Kotoba" yang terdiri dari berbagai jenis pembentukan, salah satunya adalah penyingkatan kata atau disebut sebagai shouryakugo. Fenomena shouryakugo tersebar luas dalam berbagai media seperti surat kabar, televisi, manga, novel, hingga dalam mobile game. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembentukan serta pergeseran makna shouryakugo dalam mobile game IDOLiSH7 karya Bunta Tsushimi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan berupa tuturanya antar tokoh yang mengandung shouryakugo. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 26 data pembentukan shouryakugo yang terbagi ke dalam beberapa jenis, yaitu 上略 (penghilangan bagian awal kata), 下略 (penghilangan bagian akhir kata), 複合語の前項要素の上部と後項要素の下部を省略 (menghilangkan kata pada bagian akhir kata pada kedua kata majemuk), 分や句を短縮(若者語の省略)(mempersingkat kalimat atau frasa), 複合号三か所以上を省略 (menghilangnya tiga bagian atau lebih dalam kata majemuk). Selain itu, ditemukan 7 data pergeseran makna yang meliputi jenis penyempitan makna, perluasan makna, ameliorasi, dan peyorasi. Dapat disimpulkan bahwa shouryakugo dalam mobile game IDOLiSH7 tidak hanya berfungsi sebagai bentuk pemendekan kata, tetapi juga mengalami pergeseran makna yang dipengaruhi oleh konteks penggunaan dan karakter penuturnya.
The formation and change of language and vocabulary will constantly evolve along with the development of human technology due to the initiation of young people through mass media. This phenomenon is commonly referred as slang. In Japanese, slang is known as "Wakamono Kotoba" which consists of various types of formation, one of which is the abbreviation of words or called shouryakugo. The phenomenon of shouryakugo is widespread in various media such as newspapers, television, manga, novels, and even in mobile games. This study aims to determine the formation and shift in the meaning of shouryakugo in the mobile game IDOLiSH7 written by Bunta Tsushimi. This research employs a descriptive qualitative method. The data are taken from dialogues among characters containing shouryakugo expressions. The results show that there are 26 data of shouryakugo formation, categorized into several types, 上略 (omission of the initial part of a word), 下略 (omission of the final part of a word), 複合語の前項要素の上部と後項要素の下部を省略 (omission of the ending part of both compound elements), 分や句を短縮(若者語の省略)shortening of phrases or sentences, and 複合号三か所以上を省略 (omission of three or more parts in compound words). In addition, 7 instances of semantic shift were found, consisting of narrowing, broadening, amelioration, and pejoration. These findings indicate that shouryakugo not only functions as a linguistic simplification but also reflects linguistic creativity and the dynamic evolution of meaning in modern Japanese language through digital media such as mobile games. In conclusion, shouryakugo in the mobile game IDOLiSH7 functions not only as a form of lexical shortening but also undergoes semantic shifts influenced by contextual usage and speaker characteristics