Jejodhowan Minangka Representasi Patriarki Sajrone Babad Prambanan: Tintingan Filologi
Matchmaking As A Representation Of Patriarchy In The Prambanan Chronicle: A Philological Study
Babad Prambanan NB 36 merupakan wujud karya sastra Jawa kuna yang membahas tentang kisah-kisah kerajaan. Kisah-kisah kerajaan mengandung cerita mengenai patriarki yang terjadi dalam kehidupan masyarakat. Patriarki dalam Babad Prambanan NB 36 ini digambarkan melalui bentuk perjodohan. Perjodohan ini terjadi pada berbagai tokoh dalam Babad Prambanan NB 36 yang memiliki cerita berbeda-beda. Maka dari itu, penelitian ini menggunakan kajian filologi yang bertujuan untuk menjelaskan (1) deskripsi naskah; (2) transliterasi; (3) suntingan dan kritik teks; (4) terjemahan; (5) wujud perjodohan dalam Babad Prambanan NB 36; dan (6) dampak perjodohan terhadap tokoh wanita dalam Babad Prambanan NB 36. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif analitis. Sumber data primer dalam penelitian ini diambil dari Babad Prambanan NB 36. Sumber data sekunder pada penelitian ini diambil dari artikel, jurnal, buku, dan skripsi. Tatacara pengumpulan data pada penelitian ini dengan cara inventarisasi naskah. Tatacara selanjutnya yaitu melakukan analisis data dengan menggunakan alur filologi yang dimulai dari deskripsi naskah, transliterasi, suntingan dan kritik teks, terjemahan teks, dan analisis isi.
Hasil dari pembahasan dalam penelitian ini menyatakan mengenai enam pembahasan. Pembahasan pertama, diketahui kondisi fisik Naskah Babad Prambanan NB 36. Kedua, melakukan transliterasi pada teks Babad Prambanan yang berupa aksara Jawa dan diubah menjadi huruf latin. Ketiga, menerapkan suntingan dan kritik teks yang menghasilkan 26 penyuntingan. Keempat, terjemahan yang dilakukan sesuai dengan konteks kalimat. Kelima, diketahui wujud perjodohan dalam Babad Prambanan NB 36 yang terbagi menjadi empat yaitu, perjodohan politik, perjodohan status sosial, perjodohan keluarga, dan perjodohan paksa. Pembahasan yang terakhir, menunjukkan dampak perjodohan terhadap tokoh wanita dalam Babad Prambanan NB 36 yaitu mewujudkan dinasti kekuasaan, tumindak degsiya, tumindak nglirwakake, dan perubahan hubungan. Hasil penelitian terhadap perjodohan ini dikaitkan dengan konsep patriarki karena dilakukan secara paksa dengan tujuan untuk menghasilkan keuntungan.
Kata kunci: Babad Prambanan, filologi, perjodohan, patriarki.
Babad Prambanan NB 36 is a form of ancient Javanese literary work that discusses stories about kingdoms. The stories of kingdoms contain narratives about patriarchy that occurred in society. Patriarchy in Babad Prambanan NB 36 is illustrated through the practice of matchmaking. This matchmaking occurs among various characters in Babad Prambanan NB 36, each with different stories. Therefore, this study uses a philological approach aimed at explaining (1) the description of the manuscript; (2) transliteration; (3) editing and textual criticism; (4) translation; (5) the form of matchmaking in Babad Prambanan NB 36; and (6) the impact of matchmaking on female characters in Babad Prambanan NB 36. This study is qualitative research using a descriptive-analytical method. The primary data source for this research is taken from Babad Prambanan NB 36. The secondary data sources for this research are taken from articles, journals, books, and theses. The procedure for data collection in this study was through manuscript inventory. The next procedure was to conduct data analysis using a philological approach, starting from manuscript description, transliteration, editing and text criticism, text translation, and content analysis.
The results of the discussion in this study address six topics. First, the physical condition of the Babad Prambanan manuscript NB 36 is described. Second, transliteration is performed on the text of Babad Prambanan, written in Javanese script, and converted into Latin letters. Third, editing and textual criticism are applied, resulting in 26 edits. Fourth, the translation is carried out according to the context of the sentences. Fifth, the forms of matchmaking in Babad Prambanan NB 36 are identified, divided into four types: political matchmaking, social status matchmaking, family matchmaking, and forced matchmaking. The final discussion shows the impact of matchmaking on female characters in Babad Prambanan NB 36, which includes the establishment of dynastic power, violence, neglect, and changes in relationships. The findings on matchmaking are linked to the concept of patriarchy, as it is carried out forcibly with the aim of generating benefits.
Keywords: Babad Prambanan, philology, matchmaking, patriarchy.