PENGARUH OLAHRAGA TRADISIONAL TERHADAP PENINGKATAN KEBUGARAN SISWA SDN SIDOREJO 2 NGAWI
Penelitian ini memiliki tujuan guna mengetahui peningkatan kebugaran jasmani siswa apakah terdapat pengaruh dengan permainan olahraga tradisional siswa di SDN Sidorejo 2 Ngawi. Desain penelitian ini “one-group pretest posttest design” yaitu tidak ada grup kontrol (control group). Sampel penelitian ini 20 siswa kelas IV dan V SDN Sidorejo 2 Ngawi. meliputi 10 putra dan 10 putri dengan keterangan (5 putra dan 5 putri kelas IV) serta (5 putra dan 5 putri kelas V. Data instrumen yaitu tes TKJI pada anak usia 10 sampai 12 tahun. Pengujian hipotesis yang digunakan adalah tes berinstrumen TKJI pada anak usia 10 sampai 12 tahun. Teknik analisis data. Dengan menggunakan analisis uji-t, uji normalitas dan homogenitas perenang, serta pengujian hipotesis, merupakan teknik analisis data.
Uji-t pada pengujian hipotesis menghasilkan nilai t-hitung sebesar 3,538 yang lebih besar dari 1,730 pada t-tabel. (3,538 > 1,730) Oleh karena itu, terdapat perbedaan yang signifikan antara data sebelum dan sesudah pemberian perlakuan. Nilai rata-rata pada saat pretest adalah 12,40 dan nilai rata-rata untuk data posttest adalah 13,95. Hasil tersebut menunjukkan bahwa tingkat kebugaran jasmani siswa SD Negri Sidorejo 2 Ngawi Kelas IV dan V meningkat sebesar 1,55 atau 10,58% setelah pemberian olahraga tradisional. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa peningkatan kebugaran jasmani siswa setelah pembelajaran melalui olahraga tradisional adalah sebesar 10,58%. Dapat disimpulkan bahwa kebugaran jasmani kelas IV dan V SD Negeri Sidorejo 2 Ngawi meningkat setelah pemberian olahraga tradisional.
Kata Kunci : Olahraga Tradisional, Kebugaran Jasmani, Siswa SD
This research aims to determine whether there is an influence on students' traditional sports games at SDN Sidorejo 2 Ngawi. The design of this research is "one-group pretest posttest design" that is, there is no control group. The sample for this research was 20 students in grades IV and V at SDN Sidorejo 2 Ngawi. includes 10 boys and 10 girls with information (5 boys and 5 girls class IV) and (5 boys and 5 girls class V. Instrument data is the TKJI test on children aged 10 to 12 years. Hypothesis testing used is the TKJI instrumented test on children aged 10 to 12 years. Data analysis techniques. Using t-test analysis, tests for normality and homogeneity of swimmers, as well as hypothesis testing, are data analysis techniques.
The t-test in hypothesis testing produces a calculated t-value of 3.538 which is greater than 1.730 in the t-table. (3.538 > 1.730) Therefore, there is a significant difference between the data before and after treatment. The average score during the pretest was 12.40 and the average score for the posttest data was 13.95. These results show that the physical fitness level of students at SD Negri Sidorejo 2 Ngawi Class IV and V increased by 1.55 or 10.58% after providing traditional sports. In this case it can be said that the increase in students' physical fitness after learning through traditional sports was 10.58%. It can be concluded that the physical fitness of classes IV and V at SD Negeri Sidorejo 2 Ngawi increased after providing traditional sports.
Keywords: Traditional Sports, Physical Fitness, Elementary Student