Analisis Penggunaan PMM (Platform Merdeka Mengajar)
dalam Kurikulum Merdeka di UPT SDN 144 Gresik
Analysis of the Use of PMM (Platform Merdeka Mengajar) in the Merdeka Curriculum at UPT SDN 144 Gresik
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan Platform Merdeka
Mengajar (PMM) dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka di UPT
SDN 144 Gresik. PMM adalah sebuah inovasi teknologi pendidikan yang
dikembangkan oleh Kemendikbudristek sebagai bagian dari reformasi pendidikan
melalui program Merdeka Belajar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif
deskriptif untuk menggali pengalaman, persepsi, serta tantangan yang dihadapi oleh
guru dalam memanfaatkan PMM sebagai alat bantu dalam perencanaan,
pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa PMM memberikan manfaat signifikan
bagi guru, termasuk akses ke berbagai materi pembelajaran, fitur pelatihan mandiri,
dan alat evaluasi siswa. Guru merasakan peningkatan kompetensi profesional dan
kemampuan adaptasi terhadap kebutuhan Kurikulum Merdeka. Namun demikian,
penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan seperti keterbatasan akses internet,
infrastruktur teknologi yang belum merata, dan perlunya peningkatan pelatihan
penggunaan PMM di tingkat sekolah
Penelitian ini memberikan wawasan strategis mengenai optimalisasi
penggunaan PMM, khususnya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan
efektivitas penerapan Kurikulum Merdeka. Rekomendasi yang dihasilkan
diharapkan dapat mendukung pengembangan pendidikan digital di tingkat lokal
maupun nasional, serta memberikan panduan praktis bagi para pemangku
kepentingan dalam mengatasi kendala penggunaan PMM.
Kata kunci: Platform Merdeka Mengajar, Kurikulum Merdeka, pendidikan digital,
kompetensi guru, pembelajaran inovatif.
This study aims to analyze the use of the Merdeka Mengajar Platform (PMM) in
supporting the implementation of the Merdeka Curriculum at UPT SDN 144 Gresik.
PMM is an educational technology innovation developed by the Ministry of
Education, Culture, Research, and Technology as part of the education reform
under the Merdeka Belajar (Freedom to Learn) program. This research employs a
qualitative descriptive method to explore teachers' experiences, perceptions, and
challenges in utilizing PMM as a tool for planning, implementing, and evaluating
learning processes.
The results show that PMM significantly benefits teachers, providing access to
various teaching materials, self-training features, and student assessment tools.
Teachers reported improvements in professional competence and adaptability to
the demands of the Merdeka Curriculum. However, challenges were also identified,
such as limited internet access, inadequate technological infrastructure, and the
need for enhanced PMM training at the school level.
This study offers strategic insights into optimizing PMM usage, particularly in
improving learning quality and the effective implementation of the Merdeka
Curriculum. The recommendations are expected to support the development of
digital education at both local and national levels and provide practical guidance
for stakeholders in addressing the challenges of using PMM.
Keywords: Merdeka Mengajar Platform, Merdeka Curriculum, digital education,
teacher competence, innovative learning.