Pengalaman Menonton Program TV Infotaiment di Era Internet Studi Fenomenologi Pada Perempuan Millennial Urban
The Experience of Watching TV Infotainment Programs in the Internet Era: A Phenomenological Study on Urban Millennial Women
Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman perempuan milenial urban dalam
mengonsumsi program infotainment di era internet. Dengan menggunakan pendekatan
fenomenologi, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana makna dan pengalaman subjektif
terbentuk dalam proses pergeseran konsumsi dari televisi ke media sosial. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa konsumsi infotainment oleh perempuan milenial tidak lagi bersifat pasif,
melainkan merupakan strategi adaptif terhadap kehidupan multitugas dan digital yang menuntut
fleksibilitas. Media sosial dipilih karena mampu menyediakan hiburan secara cepat, personal,
dan emosional. Informan mengalami keterlibatan emosional semu (parasosial) dengan selebriti,
memanfaatkan infotainment sebagai bentuk pelarian dan perawatan diri emosional, serta
menggunakannya sebagai alat komunikasi sosial. Selain itu, terdapat ambiguitas dalam
menyikapi validitas informasi, di mana informan lebih mengutamakan kecepatan dan kedekatan
emosional daripada akurasi jurnalistik. Penelitian ini menegaskan bahwa konsumsi infotainment
di era digital merupakan praktik budaya yang reflektif dan kompleks, yang mencerminkan
hubungan baru antara media, individu, dan emosi dalam lanskap komunikasi kontemporer.
Kata Kunci: infotainment, media sosial, perempuan milenial, fenomenologi, pengalaman
media
This study aims to understand the experiences of urban millennial women in consuming
infotainment programs in the internet era. Using a phenomenological approach, the research
explores how meaning and subjective experiences are formed in the shift from television to social
media consumption. The findings reveal that infotainment consumption among millennial women
is no longer passive but has become an adaptive strategy to cope with multitasking and digital
lifestyles that demand flexibility. Social media is preferred for offering fast, personalized, and
emotionally resonant content. Informants experienced parasocial emotional engagement with
celebrities, used infotainment as a form of escapism and emotional self-care, and employed it as
a tool for social communication. Furthermore, there is an epistemological ambiguity in how
information validity is perceived, where emotional proximity and speed are prioritized over
journalistic accuracy. This study confirms that infotainment consumption in the digital age is a
reflective and complex cultural practice, illustrating a new relationship between media,
individuals, and emotions within contemporary communication landscapes.
Keywords: infotainment, social media, millennial women, phenomenology, media experience