HUBUNGAN SELF EFFICACY DENGAN KECEMASAN PADA PERTANDINGAN CABANG OLAHRAGA PENCAK SILAT
THE RELATIONSHIP BETWEEN SELF EFFICACY AND ANXIETY IN PENCAK SILAT SPORTS COMMITMENTS
Kecemasan selalu melekat pada diri manusia, tidak terkecuali seorang atlet. Dalam sebuah pertandingan banyak dijumpai atlet-atlet yang merasakan kecemasan saat akan bertanding. Keyakinan seseorang terhadap kemampuannya dapat mempengaruhi tingkat kecemasan dalam situasi yang penuh tekanan. Fokus penelitian, mengkaji hubungan antara efikasi diri dan kecemasan yang dialami atlet pada cabang olahraga pencak silat. Karena semua orang pada dasarnya memiliki kecemasan pada diri masing-masing, namun dengan tingkat yang bermacam-macam. Teori yang digunakan dikemukakan oleh Albert Bandura. Metode yang digunakan, kuantitatif dengan pendekatan korelasi product moment. Teknik pengumpulan data yang dikumpulkan 2 jenis, yaitu efikasi diri dan kecemasan. Subjek penelitian atlet UKM IPSI UNESA pada kategori tanding. Teknik analisis data menggunakan model analisis korelasi untuk mengolah data. Dari hasil penelitian hubungan antara efikasi diri dengan kecemasan yang dialami atlet pada cabang olahraga pencak silat menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara efikasi diri dengan kecemasan, di mana semakin tinggi tingkat efikasi diri, semakin rendah kecemasan yang dirasakan atlet.
Kata kunci: Self-efficacy, kecemasan, Albert Bandura
Anxiety is an inherent part of human nature, including for athletes. In competitions, it is common to find athletes experiencing anxiety before competing. A person's confidence in their abilities can influence their level of anxiety in high pressure situations. This study focuses on examining the relationship between self efficacy and anxiety experienced by athletes in the sport of pencak silat. Since everyone naturally experiences anxiety at varying levels, understanding this relationship is important. The theory used in this study is proposed by Albert Bandura. The research method is quantitative with a product-moment correlation approach. Data collection techniques include two types: self efficacy and anxiety measurements. The research subjects are athletes from the UKM IPSI UNESA Student Activity Unit in the sparring category. Data analysis techniques employ a correlation analysis model to process the data. The results of the study on the relationship between self efficacy with anxiety experienced by pencak silat athletes indicate a significant negative correlation between self efficacy and anxiety. This means that the higher the level of self efficacy, the lower the anxiety felt by athletes.
Keywords : Self efficacy, anxiety, Albert Bandura