THE VOICE OF GENDER JUSTICE IN THE SWARA COLUMN OF HARIAN KOMPAS (1999-2011)
Penelitian yang berjudul "Suara Keadilan Gender dalam Rubrik Swara Harian Kompas dari Tahun 1999 hingga 2011" mengeksplorasi bagaimana wacana keadilan gender diartikulasikan melalui rubrik Swara Harian Kompas. Transisi dari rezim Orde Baru ke era Reformasi memicu munculnya gelombang demokratisasi media. Harian Kompas melihat perlunya sebuah segmen khusus untuk menjawab tantangan tersebut.
Studi ini membahas: (1) landasan intelektual yang melatarbelakangi berdirinya Harian Kompas dan rubrik Swara; (2) pesan-pesan feminis yang disampaikan melalui rubrik Swara di Harian Kompas; dan (3) perkembangan muatan keadilan gender dalam rubrik Swara Harian Kompas dari tahun 1999 hingga 2011. Pendekatan metodologis yang digunakan dalam penelitian sejarah ini mencakup heuristik, yaitu pengumpulan sumber-sumber primer dari Perpustakaan Daerah Jawa Timur; kritik sumber, yakni pengujian dan verifikasi terhadap sumber-sumber yang diperoleh; interpretasi, yaitu analisis dan penafsiran atas data dan fakta yang dikumpulkan; serta historiografi, yaitu penyajian narasi sejarah secara kronologis dan kritis. Studi ini bertujuan untuk memberikan kontribusi terhadap pemahaman yang lebih mendalam mengenai bagaimana Harian Kompas merespons perkembangan wacana keadilan gender di Indonesia pada akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21.
Kata Kunci: Ibuisme Negara, Patriarki, Keadilan Gender, Kesetaraan Gender.
The research titled "The Voice of Gender Justice in Swara Column of Harian Kompas from 1999 to 2011" explores how the discourse of gender justice was articulated through the Swara column of Harian Kompas. The transition from the New Order regime to the Reform era sparked a surge in the democratization of media. Harian Kompas recognized the need for a dedicated segment to address these challenges.
This study examines: (1) the intellectual foundations that led to the establishment of Harian Kompas and the Swara column; (2) the feminist messages conveyed through the Swara column in Harian Kompas; and (3) the development of gender justice content within the Swara column of Harian Kompas from 1999 to 2011. The methodological approach employed in this historical research includes heuristics, involving the collection of primary sources from the East Java Regional Library; source criticism, which entails testing and verifying the sources obtained; interpretation, which involves analyzing and interpreting the data and facts gathered; and historiography, which presents the historical narrative in a chronological and critical manner. This study aims to contribute to a deeper understanding of how Harian Kompas responded to the evolving discourse on gender justice in Indonesia during the late 20th and early 21st centuries
Keyword: State Ibuism, Patriarchy, Gender Justice, Gender Equality