Evaluasi Program Penggerak Olahraga Masyarakat (POM) Terhadap Tingkat Partisipasi Olahraga Masyarakat Jawa Timur
Evaluation of the Community Sports Movement Program (POM) on the Level of Sports Participation in the East Java Community
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi Program Penggerak Olahraga Masyarakat (POM) di Jawa Timur. Program POM JATIM telah berjalan hampir 4 tahun, dengan tujuan untuk menyukseskan visi Indonesia Emas 2045, khususnya agar terciptanya peningkatan angka partisipasi olahraga masyarakat Provinsi Jawa Timur. program ini mengoptimalkan sumber daya manusia yang berlatar belakang sarjana olahraga untuk menjadi motor penggerak masyarakat dalam partisipasi aktivitas berolahraga, tugas tenaga POM sebagai berikut : 1) melaksanakan pendampingan olahraga di masyarakat dengan mengedukasi, memotivasi, dan menggerakan masyarakat berolahraga, 2) memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan olahraga di masyarakat, 3) menyusun laporan secara periodik, guna melihat peningkatan partisipasi masyarakat dalam berolahraga. Saat ini Tenaga penggerak olahraga sudah tersebar di 38 kota/kabupaten se-Jawa Timur, namun belum terdapat kajian yang melihat dampak serta outcome terhadap program ini. Penelitian ini menggunakan desain penelitian evaluatif dengan menggunakan model CIPPO (Context, Input, Process, Product, Outcome). Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling dan probability sampling dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan kuesioner Hasil penelitian menunjukkan: Secara context, Wilayah Jawa Timur yang sangat beragam sesuai apabila Program POM dilaksanakan dengan melibatkan tenaga dari daerah asal/putra daerah. Perbedaan tersebut diakibatkan pola perilaku dan preferensi individu yang bergantung pada karakteristik sosiodemografi sehingga program POM perlu untuk meningkatkan partisipasi olahraga masyarakat dan didukung dan diperkuat oleh regulasi kepala dinas pemuda dan olahraga melalui surat keputusan, atau bahkan perlu juga diperkuat dengan Peraturan Gubernur (PERGUB). Secara input, telah dilaksanakan rekrutmen sumber daya manusia (SDM) dengan baik melalui proses pendaftaran, penilaian dan pengumuman. Dari sisi finansial, program POM menggunakan dana pemerintah provinsi secara penuh. Selain itu, program POM juga secara sumber daya teknis telah melibatkan pakar keolahragaan (sport science) dalam merancang, melaksanakan serta mengevaluasi program POM. Secara proses, para tenaga POM telah diberikan pelatihan, pembekalan, dan perencanaan program sebelum menjalankan tugas dan pelaksanaannya telah berjalan dengan baik. Adapun proses monitoring telah dilaksanan secara rutin dan masih ada beberapa hambatan yang terjadi terutama perihal honorarium yang terkadang kurang tepat waktu dikarenakan permasalahan administrasi. Secara produk, POM Jawa Timur telah menghasilkan 2 produk yaitu dokumen laporan tenaga POM dan Program Evaluasi Laporan POM JATIM (LAPOJI). Secara outcome, Program POM Jawa Timur telah berhasil meningkatkan angka partisipasi olahraga masyarakat Jawa Timur baik secara keseluruhan maupun per Bakorwil. Hasil yang telah dicapai ini membuat seluruh komponen baik masyarakat, pembuat kebijakan, pakar dan Koordinator Bakorwil merasakan kepuasan terhadap pelaksanaan program POM Jawa Timur. Kesimpulannya adalah Program POM Jawa Timur merupakan salah satu program unggulan Dispora JATIM dengan menggunakan dana pemerintah provinsi dan sumber daya teknis dari ilmuwan keolahragaan, Sementara tenaga POM juga menerima pelatihan dan pendampingan perencanaan program. Monitoring dilakukan secara teratur, tetapi masih terdapat hambatan, terutama cakupan kerja tenaga POM yang masih terlalu luas. Program ini menghasilkan dua produk: dokumen laporan tenaga POM dan Aplikasi LAPOJI yang dikirim setiap bulan ke koordinator Bakorwil dan diperiksa setiap minggu melalui tautan situs web. Program ini telah berhasil meningkatkan tingkat partisipasi olahraga serta menghasilkan kepuasan dari semua pemangku kepentingan.
This research aims to evaluate the performance of the POM program in East Java. The study uses the CIPPO model (Context, input, process, product, and outcome). (Context, Input, Process, Product, Outcome). The sampling techniques used in this study are nonprobability sampling with purposive samplers and probability sampling with simple random samples. Data collection using observations, interviews, and questionnaires The results of the research show that, in context, Eastern Java is very diverse and suitable when the POM Program is implemented. These differences are due to individual behavior patterns and preferences that depend on sociodemographic characteristics and therefore require POM programs to increase public sport participation. In terms of input, human resources recruitment has been carried out well through the registration, selection, and announcement processes. On the financial side, the POM program uses local government funds fully. In addition, the POM program has also involved the technical resources of sports scientists in the design, implementation, and evaluation of POM programs. In the process, POM volunteers have been given training, provision, and planning of programs prior to duty, and implementation has gone well. As far as the monitoring process has been carried out on a regular basis, there are still some obstacles, especially in the case of untimely fees. As a product, East Java POM has produced two products, namely the POM Team Report and the JATIM POM Report. (LAPOJI). As a result, the East Java POM Program has successfully increased the sporting participation rate of East Java people, both as a whole and per Bakorwil. The results that have been achieved make the entire community, policymakers, experts, and Bakorwill Coordinator feel satisfied with the implementation of the East Jawa POM program. The conclusion is that the East Java POM Program uses local government funds and technical resources from sports scientists, with POM volunteers receiving training and planning. Monitoring is carried out regularly, but there are still obstacles, especially with the honor of volunteers, and not enough time. The program produces two products: POM and LAPOJI Team Reports, which are sent every month to Bakorwil's coordinator and checked weekly through a website link. The program has been successful in increasing the level of sport participation as well as generating satisfaction from all stakeholders.