Evaluasi Pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal Gizi di Instalasi Gizi RSUD Dr. Harjono Ponorogo
Evaluation of Minimum Nutrition Service Standart at Nutrition Installation of Dr. Harjono Ponorogo General Hospital
Pelayanan gizi rumah sakit bertujuan meningkatkan mutu layanan kesehatan untuk semua pasien dengan pelayanan makanan optimal sesuai standar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui capaian ketepatan waktu, ketepatan diet, dan sisa makanan.
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan RSUD Dr. Harjono Ponorogo sebagai subjek dan standar pelayanan minimal sebagai objek yang diberikan kepada 300 responden dengan kriteria menerima diet biasa dan berumur 17-65 tahun. Pengumpulan data dilakukan melalui lembar observasi atau formulir untuk mencatat ketepatan waktu distribusi, ketepatan diet, dan sisa makanan dengan menerapkan metode visual Comstock.
Berdasarkan hasil penelitian, rata-rata umur responden adalah lansia akhir (55-65 tahun) dengan jumlah 107 responden (35,7%). Karakteristik responden terdiri dari 156 laki-laki (52%) dan 144 perempuan (48%). Kesimpulan penelitian ini adalah capaian ketepatan waktu dan ketepatan diet mencapai 100%, namun capaian sisa makanan sebesar 25,12%, dan belum memenuhi standar minimal Kemenkes Nomor 129 Tahun 2008, yaitu ≤20%.
Kata kunci: Standar pelayanan minimal, Ketepatan waktu, Ketepatan diet, Sisa makanan
Hospital nutrition services aim to improve health services for all patients with optimal food services according to standards. This study aims to determine the achievement of timeliness, dietary accuracy, and food waste.
This study is a quantitative descriptive study with Dr. Harjono Ponorogo Hospital as the subject and minimum service standards as the object given to 300 respondents with the criteria of receiving a regular diet and aged 17-65 years. Data was collected through observation sheets or forms to record the timeliness of feeding, diet accuracy, and food waste by applying the Comstock visual method.
Based on the study's results, the average age of respondents was late elderly (55-65 years), with 107 respondents (35.7%). The characteristics of respondents consisted of 156 men (52%) and 144 women (48%). The conclusion of this research is that the achievement of timeliness and diet reached 100%, but food waste was 25.12% and did not meet the minimum standards of Ministry of Health Number 129 of 2008, which is ≤20%.
Keywords: Minimum service standard, Punctuality, Dietary accuracy, Food waste