IMPLEMENTASI APLIKASI SP4N LAPOR! DI DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KABUPATEN TUBAN
IMPLEMENTATION OF THE SP4N-LAPOR! APPLICATION AT THE DEPARTMENT OF COMMUNICATION AND INFORMATICS OF TUBAN REGENCY
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis implementasi kebijakan SP4N-LAPOR! (Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional) oleh Dinas Komunikasi dan Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo-SP) Kabupaten Tuban. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis berdasarkan empat indikator implementasi kebijakan menurut George C. Edward III, yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum implementasi SP4N-LAPOR! telah berjalan cukup baik dan menunjukkan kemajuan dalam pengelolaan pengaduan publik. Namun demikian, implementasi SP4N-LAPOR! masih menghadapi sejumlah kendala pada tiap indikator. Pada aspek komunikasi, keterbatasan anggaran menjadi hambatan utama dalam memperluas sosialisasi kepada masyarakat, sehingga penyebaran informasi belum merata. Pada indikator sumber daya, belum adanya kriteria formal dalam pemilihan admin/operator serta terbatasnya jumlah tenaga kerja dan anggaran menjadi tantangan dalam operasional harian. Dari segi disposisi, meskipun pelaksana menunjukkan komitmen positif, ketiadaan insentif formal yang memadai berpotensi memengaruhi motivasi dan keberlanjutan kinerja. Sementara itu, pada indikator struktur birokrasi, masih ditemukan keterlambatan dalam penanganan laporan karena prosedur kerja yang bersifat berjenjang dan belum cukup efisien. Dengan demikian, meskipun SP4N-LAPOR! menunjukkan kemajuan dalam pengelolaan pengaduan publik, perbaikan masih diperlukan pada aspek komunikasi yang merata, penyediaan sumber daya manusia dan anggaran yang memadai, sistem insentif bagi pelaksana, serta efektivitas alur birokrasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik yang optimal dan responsif.
Kata kunci: Implementasi Kebijakan, SP4N-LAPOR!, Pelayanan Publik, Komunikasi, Birokrasi
This study aims to examine and analyze the implementation of the SP4N-LAPOR! policy (National Public Service Complaint Management System) by the Department of Communication and Informatics, Statistics, and Encryption (Diskominfo-SP) of Tuban Regency. This research employs a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through interviews, observation, and documentation, and analyzed using the four policy implementation indicators proposed by George C. Edward III: communication, resources, disposition, and bureaucratic structure. The findings indicate that, in general, the implementation of SP4N-LAPOR! in Tuban Regency has proceeded fairly well and demonstrates progress in the management of public complaints. However, the implementation still faces several challenges in each indicator. In terms of communication, limited budget becomes a major obstacle in expanding outreach to the community, resulting in uneven information dissemination. Regarding resources, the absence of formal criteria for selecting admins/operators and limited workforce and budget pose challenges to daily operations. From the perspective of disposition, although implementers show strong commitment, the lack of adequate formal incentives may affect motivation and long-term performance. As for the bureaucratic structure, delays in report handling still occur due to hierarchical and inefficient procedures. Thus, although SP4N-LAPOR! has shown progress in public complaint management, improvements are still needed in equitable communication, sufficient human and financial resources, incentive systems for implementers, and streamlined bureaucratic workflows to enhance the quality of public service that is optimal and responsive.
Keywords: Policy Implementation, SP4N-LAPOR!, Public Service, Communication, Bureaucracy