IMPLEMENTASI PROGRAM TATA KELOLA RUANG TERBUKA HIJAU DAN PEMELIHARAAN TAMAN FLORA KOTA SURABAYA
IMPLEMENTATION OF THE GREEN OPEN SPACE MANAGEMENT AND MAINTENANCE OF THE FLORA PARK OF SURABAYA CITY
IMPLEMENTASI PROGRAM TATA KELOLA RUANG
TERBUKA HIJAU DAN PEMELIHARAAN TAMAN
FLORA KOTA SURABAYA
Nama
: Ekoyuonoyupi
NIM
: 23060474309
Program Studi
: S-1 Ilmu Administrasi Negara
Jurusan
: Ilmu Administrasi Negara
Fakultas
: Ilmu Sosial dan Politik
Nama Lembaga
: Universitas Negeri Surabaya
Dosen Pembimbing
: Dr. Suci Megawati, S.IP., M.Si.
Tata kelola ruang terbuka hijau (RTH) adalah suatu sistem pengelolaan dan pengaturan terhadap ruang terbuka hijau yang ada di wilayah perkotaan. Ini mencakup perencanaan, pemanfaatan, pemeliharaan, dan pengawasan ruang terbuka hijau agar berfungsi secara optimal untuk mendukung keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Implementasi Program Tata Kelola ruang terbuka hijau dan pemeliharaan pada Taman Flora Kota Surabaya serta untuk mengetahui beberapa permasalahan terkait kurangnya pemeliharaan, kerusakan infrastruktur taman, kurangnya kesadaran masyarakat, sumber daya manusia yang terbatas.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari Pengunjung Taman Flora, Kepala Bidang Pengendalian Pecemaran dan Keanekaragaman Hayati, Ketua Tim Kerja Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH), Rayon Tdan satgas Taman Flora. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi Tata Kelola Ruang Terbuka Hijau dan Pemeliharaan Taman Flora Kota Surabaya mengacu pada Perwali nomor 52 tahun 2017 tentang Pedoman Teknis Pengendalian Pemanfaatan Ruang dalam Rangka Pendirian Bangunan di Kota Surabaya, Perda Kota Surabaya No. 7 Tahun 2002 tentang Pengelolaan RTH dan Perda No. 12 Tahun 2014 tentang RTRW Kota Surabaya 2014–2034. Proses pelaksanaannya mencakup komunikasi, sumber daya, disposisi dan struktur birokrasi. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan beberapa kendala antara lain komunikasi kebijakan ini perlu diperkuat melalui pendekatan berbasis komunitas, keterlibatan aktif media sosial secara interaktif, sumber daya manusia yang ada dari taman flora dan sumber daya manusia namun diperlukan peningkatan dan penambahan Sumber Daya yang ada, disposisi berupa arahan atau instruksi menjadi dasar pelaksanaan tindakan perbaikan atau pemeliharaan, Tata kelola ini mencakup perencanaan, pelaksanaan, perlindungan, dan pengawasan taman sebagai bagian dari ruang terbuka hijau publik. Pemerintah wajib menjaga keberlanjutan fungsi ekologis dan sosial taman dengan melibatkan partisipasi masyarakat.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa secara keseluruhan pelaksanaan tata kelola dan pemeliharaan Taman Flora sudah menunjukkan sistem yang cukup tertata, didukung komunikasi birokratis, sumber daya yang tersedia, serta pengambilan keputusan melalui disposisi. Namun, untuk mencapai hasil yang lebih optimal, dibutuhkan penguatan koordinasi lintas unit, transparansi dalam pelaksanaan disposisi, serta pemanfaatan teknologi sebagai alat bantu pengawasan dan pelaporan.
Kata Kunci: Implementasi Program, Tata Kelola Ruang Terbuka Hijau (RTH), Pemeliharaan Taman
Flora
IMPLEMENTATION OF THE GREEN OPEN SPACE
MANAGEMENT AND MAINTENANCE OF THE
FLORA PARK OF SURABAYA CITY
:
Ekoyuonoyupi
23060474309
S-1 Ilmu Administrasi Negara
Ilmu Administrasi Negara
Ilmu Sosial dan Politik
Universitas Negeri Surabaya
Dr. Suci Megawati, S.IP., M.Si.
Green open space governance (RTH) is a system for managing and regulating green open space in urban areas. This includes planning, utilizing, maintaining, and supervising green open spaces to function optimally to support environmental sustainability and community welfare. This study aims to analyze the Implementation of the Green Open Space Governance Program and maintenance in the Surabaya City Flora Park and to find out several problems related to lack of maintenance, damage to park infrastructure, lack of public awareness, and limited human resources.
This study uses a qualitative descriptive approach with data collection techniques through interviews,
observations, and documentation studies. The informants in this study consisted of Visitors to Flora Park, Head of Pollution Control and Biodiversity, Head of the Green Open Space Management (RTH) Working Team, Rayon Tand the Flora Park task force. The results of the study show that the Implementation of Green Open Space Governance and Maintenance of the Surabaya City Flora Park refers to Guardian Regulation number 52 of 2017 concerning Technical Guidelines for Controlling Space Utilization in the Context of Building Establishment in the City of Surabaya, Surabaya City Regulation No. 7 of 2002 concerning RTH Management and Regional Regulation No. 12 of 2014 concerning the RTRW of Surabaya City 2014–2034. The implementation process includes communication, resources, disposition and bureaucratic structure. However, in practice, several obstacles are still found, including that this policy communication needs to be strengthened through a community-based approach, active involvement of social media interactively, existing human resources from flora parks and human resources but it is necessary to increase and add existing resources, disposition in the form of directions or instructions as the basis for the implementation of improvement or maintenance actions, This governance includes planning, implementing.
This study concludes that overall the implementation of the governance and maintenance of the Flora Park has shown a fairly organized system, supported by bureaucratic communication, available resources, and
decision-making through disposition. However, to achieve more optimal results, it is necessary to strengthen coordination across units, transparency in the implementation of dispositions, and the use of technology as a tool for supervision and reporting
Keywords: Program Implementation, Green Open Space
(RTH) Governance, Flora Park Maintenance