Eksistensi Fathor Rahman pada Industri Batik Klampar Proppo Pamekasan
The existence of Fathor Rahman in the Klampar Batik Industry in Proppo Pamekasan
Kurangnya eksistensi perajin batik muda terhadap perkembangan batik di Pamekasan melatar belakangi penelitian yang bertujuan untuk mengungkap: (1) Latar belakang sosial-budaya Fathor Rahman sebagai perajin batik muda di desa Klampar; (2) Proses kreasi dan berkarya Fathor Rahman sebagai perajin batik di desa Klampar; (3) Kiprah Fathor Rahman di industri batik Klampar.Alasan penulis memilih Fathor Rahman sebagai objek utama pada penelitian ini, karena Beliau sangat konsisten dalam berkarya batik dari tahun ke tahun.
Menggunakan metode kualitatif deskriptif, Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap; (1) Latar belakang sosial-budaya Fathor Rahman sebagai perajin batik muda di desa Klampar; (2) Proses kreasi dan berkarya Fathor Rahman sebagai perajin batik di desa Klampar; (3) Kiprah Fathor Rahman di industri batik Klampar.Alasan penulis memilih Fathor Rahman sebagai objek utama pada penelitian ini, karena beliau sangat konsisten dalam berkarya batik dari tahun ke tahun.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data utama dari Fathor Rahman dan data pendukung dari beberapa informan. Teknik pengumpulan data yang terdiri dari observasi, wawancara dan dokumentasi terhadap subjek atau narasumber. Analisis data mulai dari mereduksi atau merangkum data yang diperoleh di lapangan. Menyajikan dalam bentuk deskripsi agar mudah dipahami dalam penarikan kesimpulan. Triagulasi data digunakan untuk perbandingan sumber data utama dengan data pendukung supaya data tersebut benar-benar valid.
Hasil penelitian ini mengungkap bahwa Fathor Rahman merupakan anak dari keluarga yang berekonomi rendah, dan sejak kecil sudah mempelajari batik dari ibunya yang juga berprofesi sebagai perajin batik. Fathor Rahman adalah alumni sarjana STAIN Pamekasan, dia merupakan seorang perajin batik di Desa Klampar Proppo Pamekasan. Proses kreasi dan berkarya Fathor Rahman selalu mengikuti perkembangan industri batik di lingkungannya, namun dalam proses pembuatan batik dan motifnya tetap mengikuti pakem yang ada. Kiprah Fathor Rahman menjadi perajin dimulai sejak duduk di bangku kelas 9 SMP tahun 2010. Hingga sampai saat ini Fathor Rahman tetap produktif dalam berkarya.
Kata kunci:Eksistensi,Fathor Rahman, Perajin Batik, Pamekasan
The lack of the existence of young batik craftsmen on the development of batik in Pamekasan is the background of this research. This study aims to reveal; (1) Fathor Rahman's socio-cultural background as a young batik craftsman in Klampar village; (2) The process of creating and working Fathor Rahman as a batik craftsman in Klampar village; (3) Fathor Rahman's progress in the Klampar batik industry. The reason the writer chose Fathor Rahman as the main object of this research is because he is very consistent in creang batik from year to year.
This study used a descriptive qualitative method, This research uses descriptive qualitative method. Key data from Fathor Rahman and supporting data from several informants. Data collection techniques consisting of observation, interview and documentation of the subject or resource person. Data analysis starts from reducing or summarizing the data obtained in the field. Presents in the form of descriptions for easy understanding in the drawing of conclusions. Data triagulation is used to compare the main data source with supporting data so that it is completely valid.
The results of this study revealed that Fathor Rahman is a child of a low-income family, and since childhood has studied batik from his mother who also works as a batik craftsman. Fathor Rahman is an alumnus of STAIN Pamekasan, he is a batik craftsman in Klampar Proppo Pamekasan Village. Fathor Rahman's creation and work process always follows the development of batik industry in his environment, but in the process of making batik and its motives still follow the existing pakem. Fathor Rahman's work as a craftsman began when he was in the 9th grade of junior high school in 2010. Until now Fathor Rahman has remained productive in his work.
Keywords:Existence,Fathor Rahman,BatikCraftsman,Pamekasan