Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna simbolik yang terkandung dalam motif Batik Reog Kendang Tulungagung serta relevansinya sebagai sumber pembelajaran dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Batik Reog Kendang merupakan representasi budaya lokal Tulungagung yang terinspirasi dari seni pertunjukan Reog Kendang. Setiap elemen motif seperti kendang, gong, kenong, terompet, ikat kepala, dan gelang kaki memiliki nilai simbolik yang mencerminkan filosofi hidup, spiritualitas, serta nilai-nilai sosial masyarakat setempat.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi di Galeri Batik Oetari, Tulungagung. Analisis data dilakukan dengan merujuk pada teori semiotika Ferdinand de Saussure yang memaknai hubungan antara penanda (signifier) dan petanda (signified).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif Batik Reog Kendang tidak hanya berfungsi sebagai karya seni visual, tetapi juga sebagai media komunikasi budaya yang sarat makna. Motif-motif tersebut dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran kontekstual dalam mata pelajaran IPS, terutama dalam memperkuat pemahaman siswa terhadap nilai-nilai budaya lokal, penguatan karakter, serta penanaman rasa cinta tanah air. Integrasi batik sebagai sumber pembelajaran IPS juga relevan dengan Kurikulum Merdeka yang menekankan pentingnya penguatan profil pelajar Pancasila melalui muatan lokal.