Bahasa Positif dalam Media Sosial TikTok Dari Anak Usia Sekolah Dasar: Kajian Pragmatik
Positive Language in TikTok Social Media from Elementary School Age Children: A Pragmatic Study
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bahasa positif anak usia sekolah dasar dari segi diksi, struktur kata, dan suprasegmental. Subyek penelitian ini Shabira Alula Adnan anak usia sekolah dasar yang menempuh pendidikan pada kelas satu sekolah dasar. Objek penelitian ini adalah bahasa positif dalam menggunakan TikTok. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan metode netnografi dengan pendekatan pragmatik. Data dikumpulkan dari observasi digital, perekaman dan dokumentasi digital. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini yakni analisis tematik. Indikator bahasa positif yang digunakan dari teori kesantunan Leech. Hasil diperoleh bahwa penggunaan bahasa positif pada diksi kesantunan bahasa Shabira Alula sebesar 30%. Shabira Alula Adnan mengalami inkonsistensi dalam berbahasa yang santun. Hasil diperoleh bahasa positif pada struktur kata Shabira Alula Adnan sebesar 50%. Shabira Alula Adnan mengalami inkonsistensi juga dalam berbahasa santun. Namun, pada suprasegmental Shabira Alula Adnan diperoleh bahasa positif sebesar 70%. Shabira Alula Adnan mengalami konsistensi dalam berbahasa santun dari nada, intonasi, ekspresi.
Kata kunci: Pragmatik, Kesantunan Bahasa, Bahasa Positif, Sekolah Dasar, TikTok, Leech
This research aims to describe the positive language of elementary school-age children in terms of diction, word structure, and suprasegmentals. The subject of this research is Shabira Alula Adnan, an elementary school-age child who is studying in the first grade of elementary school. The object of this research is positive language in using TikTok. This research is a type of qualitative research using netnographic methods with a pragmatic approach. Data was collected from digital observation, recording and digital documentation. The data analysis used in this research is thematic analysis. Positive language indicators are used from Leech's politeness theory. The results showed that the use of positive language in the politeness diction of Shabira Alula was 30%. Shabira Alula Adnan experienced inconsistencies in polite language. The results obtained were positive language in Shabira Alula Adnan's word structure of 50%. Shabira Alula Adnan also experienced inconsistencies in polite language. However, on the suprasegmental Shabira Alula Adnan, positive language was obtained at 70%. Shabira Alula Adnan experienced consistency in polite language in terms of tone, intonation and expression.
Keywords: Pragmatic, Politeness Language, Positive Language, Primary School, TikTok, Leech