Hubungan Antara Pemberdayaan Psikologis dan Kepribadian Proaktif Dengan Keterikatan Kerja pada Anggota POLRI
The Relationship Between Psychological Empowerment and Proactive Personality and Work Engagement Among Indonesian National Police Personnel
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya keterikatan kerja anggota POLRI dalam menunjang profesionalisme, disiplin, dan kualitas pelayanan publik, sementara dinamika tugas kepolisian yang hierarkis dan berisiko tinggi berpotensi menurunkan keterikatan kerja personel. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan pemberdayaan psikologis dan kepribadian proaktif dengan keterikatan kerja pada anggota POLRI di Polda Sulawesi Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatif-asosiatif. Sampel penelitian berjumlah 312 anggota POLRI yang dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui skala Likert yang mengukur keterikatan kerja, pemberdayaan psikologis, dan kepribadian proaktif, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan psikologis dan kepribadian proaktif secara simultan berhubungan signifikan dengan keterikatan kerja (F = 41,129; p = 0,000) dengan kontribusi sebesar 34.6% (R2 = 0,346). Secara parsial, pemberdayaan psikologis berhubungan positif signifikan dengan keterikatan kerja demikian pula kepribadian proaktif. Temuan ini menunjukkan bahwa penguatan pemberdayaan psikologis dan pengembangan kepribadian proaktif penting dilakukan untuk meningkatkan keterikatan kerja anggota POLRI, khususnya dalam konteks organisasi kepolisian yang berciri hierarkis dan penuh tuntutan.
This study was motivated by the importance of work engagement among members of the Indonesian National Police (POLRI) in supporting professionalism, discipline, and the quality of public services. However, the hierarchical structure and high-risk nature of police work may reduce officers' level of work engagement. This study aimed to examine the relationship between psychological empowerment, proactive personality, and work engagement among POLRI officers at the Central Sulawesi Regional Police (Polda Sulawesi Tengah). A quantitative approach with an explanatory-associative design was employed. The sample consisted of 312 POLRI officers selected using purposive sampling. Data were collected through Likert-scale questionnaires measuring work engagement, psychological empowerment, and proactive personality, and were analyzed using multiple linear regression. The results revealed that psychological empowerment and proactive personality were simultaneously and significantly related to work engagement (F = 41.129; p < 0.001), accounting for 34.6% of the variance (R2 = 0.346). Partially, both psychological empowerment and proactive personality were positively and significantly associated with work engagement. These findings suggest that strengthening psychological empowerment and fostering proactive personality are important strategies for enhancing work engagement among POLRI officers, particularly within the hierarchical and demanding context of police organizations.