Exploring L2 Speaking Anxiety: A Case Study of Indonesian ESP Students
Mengeksplorasi Kecemasan Berbicara dalam Bahasa Kedua (L2): Studi Kasus pada Mahasiswa English for Specific Purposes di Indonesia
Wardani, Maulidina Fahria. 2025. Mengeksplorasi Kecemasan Berbicara dalam Bahasa Kedua (L2): Studi Kasus pada Mahasiswa English for Specific Purposes di Indonesia. Tesis. Magister Pendidikan Bahasa Inggtis. Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya. Pembimbing (1) Syafi’ul Anam, Ph.D., Pembimbing (2) Dr. Ali Mustofa, S.S., M.Pd.
Kata Kunci: Kecemasan Berbahasa Asing, Kecemasan Berbicara dalam Bahasa Kedua, ESP.
Studi ini menyelidiki fenomena kecemasan berbicara dalam bahasa kedua (L2) di kalangan mahasiswa English for Specific Purposes (ESP) di pendidikan tinggi vokasi. Berfokus pada sekelompok 15 mahasiswa Program D1 Bahasa Inggris di sebuah universitas swasta di Gresik, Jawa Timur, penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif dengan observasi kelas dan wawancara mendalam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi faktor-faktor utama yang menyebabkan kecemasan berbicara, persepsi mahasiswa terhadap dampaknya terhadap performa mereka, serta strategi menghadapi kecemasan yang mereka gunakan. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa kecemasan berbicara dipengaruhi oleh faktor internal, seperti rendahnya kepercayaan diri, ketakutan dinilai secara negatif, dan persepsi diri terhadap kekurangan kemampuan bahasa, serta faktor eksternal, termasuk interaksi dengan teman sebaya, umpan balik dari dosen, dan lingkungan kelas secara keseluruhan. Gejala kecemasan muncul secara fisiologis (gemetar, berkeringat, detak jantung cepat), kognitif (pikiran tiba-tiba kosong, takut melakukan kesalahan), maupun perilaku (menghindar, berbicara pelan, menghindari kontak mata), yang sering kali mengganggu komunikasi yang efektif meskipun mahasiswa telah mempersiapkan diri dengan baik. Selain itu, mahasiswa menerapkan berbagai strategi mengatasi kecemasan, seperti persiapan yang matang, mencari dukungan dari teman dan dosen, serta berlatih di luar kelas. Namun demikian, strategi-strategi ini belum tentu cukup untuk mengatasi hambatan emosional yang ada. Penelitian ini menegaskan pentingnya lingkungan kelas yang suportif, umpan balik yang konstruktif, dan desain kurikulum yang memperhatikan kebutuhan emosional sekaligus linguistik mahasiswa. Studi ini menyoroti sifat kecemasan berbicara L2 yang kompleks dan multidimensi, serta menekankan perlunya intervensi yang terarah di lingkungan ESP demi mendukung kesejahteraan emosional dan kompetensi komunikatif mahasiswa.
Wardani, Maulidina Fahria. 2025. Exploring L2 Speaking Anxiety: A Case Study of Indonesian ESP Students. Thesis. Master of English Education Student Program. Faculty of Language and Arts. Surabaya State University. Supervisor (1) Syafi’ul Anam, Ph.D., Supervisor (2) Dr. Ali Mustofa, S.S., M.Pd.
Keywords: Foreign Language Anxiety, Speaking Anxiety, ESP
This study investigates the phenomenon of L2 speaking anxiety among Indonesian English for Specific Purposes (ESP) students in a vocational higher education context. Focusing on a cohort of 15 D1 English Program students at a private university in Gresik, East Java, the research employs a qualitative case study approach utilizing classroom observations and in-depth interviews.
The aim is to explore the primary factors contributing to speaking anxiety, students’ perceptions of its impact on their performance, and the coping strategies they employ. The findings reveal that speaking anxiety is shaped by both internal factors such as low self-confidence, fear of negative evaluation, and self-perceived linguistic inadequacies and external influences, including peer interactions, teacher feedback, and the overall classroom environment. Symptoms of anxiety manifest physiologically (trembling, sweating, rapid heartbeat), cognitively (mind going blank, fear of mistakes), and behaviorally (avoidance, speaking quietly, avoiding eye contact), often disrupting effective communication even when students are well-prepared. In addition, students adopt various coping mechanisms, including preparation, seeking peer and teacher support, and practicing outside class. However, these strategies are not always sufficient to overcome emotional barriers. The study underscores the importance of supportive classroom environments, constructive feedback, and curriculum designs that address both emotional and linguistic needs. The research highlights the complex, multifaceted nature of L2 speaking anxiety and emphasizes the need for targeted interventions in ESP settings to support students’ emotional well-being and communicative competence.