Pelanggaran Maksim dalam Wawancara Jackson Wang di DIVE Studios Podcast
Flouting Maxims in Jackson Wang's Interview on the DIVE Studios Podcast
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis pelanggaran maksim, menganalisis alasan di balik penggunaannya, serta mengeksplorasi bagaimana pelanggaran maksim mengungkapkan pengalaman diri Jackson Wang dalam wawancaranya di podcast DIVE Studios. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa tuturan yang diucapkan oleh Jackson Wang yang mengandung pelanggaran maksim. Penelitian ini menerapkan Teori Prinsip Kerja Sama Grice (1975) dan Teori Pengungkapan Diri Jourard (1971). Hasil penelitian menunjukkan terdapat 38 tuturan yang mengandung pelanggaran maksim, yang terdiri atas18 tuturan pelanggaran maksim kuantitas, 13 tuturan pelanggaran maksim hubungan, 4 tuturan pelanggaran maksim kualitas, dan 3 tuturan pelanggaran maksim sikap. Hasil analisis menunjukkan bahwa Jackson Wang melakukan pelanggaran maksim untuk berbagai tujuan komunikatif. Selain itu, temuan penelitian menunjukkan bahwa pelanggaran maksim berfungsi sebagai bentuk pengungkapan diri, yang memungkinkan Jackson Wang mengungkapkan pengalaman pribadinya melalui ekspresi diri dan klarifikasi diri. Temuan ini mengindikasikan bahwa pelanggaran maksim tidak hanya berfungsi sebagai strategi komunikasi pragmatik, tetapi juga sebagai sarana untuk mengungkapkan pengalaman pribadi dalam wawancara media.
This study aims to identify the types of flouting maxims, the reasons behind their use, and to explore how flouting maxims reveal Jackson Wang’s self disclosure in his interview on the DIVE Studios podcast. This study employed a descriptive qualitative approach. The data consisted of utterances produced by Jackson Wang that contained flouting maxims. The study applies Grice’s (1975) Cooperative Principle and Jourard’s (1971) Self Disclosure. The findings revealed 38 utterances containing flouting maxims, consisting of 18 instances of flouting maxim of quantity, 13 of flouting maxim of relation, 4 of flouting maxim of quality, and 3 of flouting maxim of manner. The analysis showed that Jackson Wang flouted conversational maxims for various communicative purposes. The findings further indicate that flouting maxims function as a form of self disclosure as Jackson Wang reveals personal experiences through self expression and self clarification. These findings suggest that flouting maxims serves not only as a pragmatic communication strategy but also as a means of expressing personal experiences in media interviews.