Implementasi Latihan Beban Dan Plyometric Terhadap Daya Ledak Otot Tungkai Atlet SVBJ KU-17
Latihan kondisi fisik merupakan suatu proses pengembangan kemampuan berpartisipasi dalam kegiatan atletik, yang dilakukan secara sistematis dan diperkuat secara bertahap untuk mempertahankan kinerja fisik yang optimal. Latihan dapat meningkatkan kondisi fisik seorang atlet, baik dari segi keterampilan maupun kesehatannya. Pelatihan pengkondisian adalah program yang bertujuan untuk mengembangkan atlet dari semua cabang olahraga. Elemen fisik dalam permainan bolavoli mencakup daya tahan, kekuatan, kecepatan, kelincahan, kelenturan, keseimbangan, dan tenaga. Untuk meningkatkan kondisi fisik, pelatih perlu merancang program latihan yang terorganisir dengan layak. Program latihan fisik mampu memperbaiki kondisi fisik pemain yang kurang prima. Jika program latihan fisik yang terstruktur dengan baik dijalankan, hasilnya akan terlihat pada peningkatan performa pemain, yang pada akhirnya akan membawa pengaruh baik bagi performa tim. Oleh karena itu, pengembangan semua elemen fisik tersebut sangat penting untuk meningkatkan kondisi tubuh atlet. Manajemen kondisi fisik pada olahraga merupakan proses latihan yang harus dilakukan dengan kesabaran, kehati-hatian, dan memerlukan dukungan penuh dari atlet. Daya ledak merujuk pada kemampuan otot serta kelompok otot untuk menangani beban dengan kekuatan dan kecepatan tinggi saat melakukan gerakan secara maksimal. Daya ledak, atau kecepatan reaksi, adalah kapasitas tubuh untuk menghasilkan tenaga dengan cepat dalam waktu yang sangat singkat. Proses ini melibatkan kerja sama antara sistem saraf, otot, dan struktur tulang. Daya ledak bisa diukur dengan melihat berapa waktu yang dibutuhkan untuk melakukan gerakan cepat seperti melompat atau melempar, serta seberapa kuatnya gerakan tersebut. Karena daya ledak tergantung pada kecepatan dan kekuatan, otot tungkai memainkan peran penting dalam hal ini. Hasil otot berpengaruh pada kekuatan dan kecepatan gerakan untuk meraih tujuan yang diharapkan. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu dengan teknik pengumpulan data melalui tes dan pengukuran. Subjek penelitian ini sebanyak 10 atlet putri bolavoli SVBJ (Sekolah Voli Bank Jatim) yang bertempat di Gor AWS Surabaya. Bentuk program latihan fisik meliputi anatomi adaptasi menggunakan circuit training, latihan kekuatan menggunakan weight training dan latihan power endurance. Dari penelitian diperoleh adanya peningkatan tes pengukuran biomotor fisik yaitu squat, vertikal jump dan vi i push up. Dapat disimpulkan bahwa program latihan yang diterapkan sangat efektif dan mampu meningkatkan kemampuan biomotorik fisik, seperti daya tahan, kekuatan, kecepatan dan kelincahan. Kata kunci : Kondisi fisik, Daya ledak, Tes pengukuran, Bolavoli.
Physical conditioning training is a process of developing the ability to participate in athletic activities, which is carried out systematically and strengthened gradually to maintain optimal physical performance. Training can improve an athlete's physical condition, both in terms of skill and health. Conditioning training is a program that aims to develop athletes from all sports. Physical elements in volleyball include endurance, strength, speed, agility, flexibility, balance, and power. To improve physical condition, coaches need to design a well-organized training program. Through physical training, the less than optimal physical condition of players can be improved. If a well-structured physical training program is implemented, the results will be seen in the improvement of player performance, which will ultimately have a positive effect on team performance. Therefore, the development of all these physical elements is very important to improve the athlete's physical condition. Physical condition management in sports is a training process that must be carried out with patience, care, and requires full support from the athlete. Explosive power refers to the ability of muscles and muscle groups to handle loads with high strength and speed when performing movements to the maximum. Explosive power, or reaction speed, is the body's capacity to produce power quickly in a very short time. This process involves cooperation between the nervous system, muscles, and bone structure. Explosive power can be measured by seeing how long it takes to make a fast movement such as jumping or throwing, and how strong the movement is. Because explosive power depends on speed and strength, leg muscles play an important role in this. Muscle results affect the strength and speed of movement to achieve the expected goals. ix The method used in this study was a quasi-experiment with data collection techniques through tests and measurements. The subjects of this study were 10 female volleyball athletes from SVBJ (Bank Jatim Volleyball School) located at the AWS Surabaya Sports Hall. The form of physical training program includes adaptation anatomy using circuit training, strength training using weight training and power endurance training. From the study, it was obtained that there was an increase in physical biomotor measurement tests, namely squats, vertical jumps and push ups. It can be concluded that the training program applied was very effective and was able to improve physical biomotor abilities, such asĀ endurance, strength, speed and agility. Keywords: Physical condition, Explosive power, Measurement test, Volleyball.