Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengelolaan Desa Wisata Batik Tulis Di Desa Jetis Lemah Putro, Kabupaten Sidoarjo.
Community Empowerment Through Management of the Batik Tukis Tourism Village in Jetis Lemah Putro Village, Sidoarjo Regency
Permasalahan dalam penelitian ini adalah mengenai bagaimana pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan desa wisata batik tulis di Desa Jetis Lemah Putro, Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini menyoroti strategi pemberdayaan yang diterapkan, peran masyarakat dalam pengelolaan wisata, serta dampak terhadap kesejahteraan sosial dan ekonomi..
Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan kualitatif dengan metode kualitatif deskrptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan pengumpulan data, penyajian data, reduksi data dan penarikan kesimpulan, dalam meningkatkan hasil penelitian maka melalui uji keabsahan data yaitu dengan uji kredibilitas dengan menggunakan triangulasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan desa wisata batik tulis Jetis telah berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi masyarakat, pelestarian budaya batik, dan pengembangan wisata edukasi. Dengan pemberdayaan ini masih menghadapi berbagai tantangan seperti rendahnya minat generasi muda, persaingan dengan produk batik modern (cap dan printing), serta kurangnya inovasi dan strategi pemasaran dan penurunan yang sangat drastis pasca Pandemi Covid-19. Strategi pemberdayaan yang diterapkan Kembali untuk mervitaslisasi meliputi pelatihan membatik, pendampingan UMKM, dan pelibatan aktif masyarakat dalam operasional wisata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan desa wisata batik tulis yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat secara langsung mampu menjadi sarana pemberdayaan sosial ekonomi, namun perlu dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak untuk menjamin keberlanjutannya.
Kata kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Pengelolaan, Desa Wisata Batik Tulis.
The problem in this study is about how to empower thecommunity through the management of batik tulis tourism villages in Jetis Lemah Putro Village, Sidoarjo Regency. This study highlights the empowerment strategies implemented, the role of the community in tourism management, and the impact on social and economic welfare. This study discusses the model of culture-based tourism village management with the involvement of the government and stakeholders, as well as the challenges faced in development.
This study uses a qualitative approach with a descriptive qualitative method. Data collection techniques through observation, in-depth interviews and documentation. Data analysis in this study uses data collection, data presentation, data reduction and drawing conclusions, in improving research results, through data validity testing, namely by testing credibility using triangulation.
The results of the study show that the management of the Jetis batik tulis tourism village has contributed to improving the community's economy, preserving batik culture, and developing educational tourism. However, this empowerment still faces various challenges such as low interest in the younger generation, competition with modern batik products (stamped and printed), as well as lack of innovation and marketing strategies and a very drastic decline after the Covid-19 Pandemic. The empowerment strategies implemented by Kembali to revitalize include batik training, UMKM mentoring, and active community involvement in tourism operations. This study concludes that the management of a batik tulis tourism village that involves direct active community participation can be a means of socio-economic empowerment, but it requires ongoing support from various parties to ensure its sustainability.
Keywords: Community Empowerment, Management, Batik Tulis Tourism Village.