Tuntutan terhadap efektivitas dan efisiensi kerja Aparatur
Sipil Negara mendorong perlunya evaluasi beban kerja yang tepat. Namun, dalam
praktiknya, proses analisis beban kerja di lingkungan Kelurahan Kebonsari,
khususnya pada jabatan Sekretaris Kelurahan, mberjalan tetapi kurang aksimal. Hal ini ditandai dengan ketidakseimbangan antara tugas yang
diemban dan waktu kerja yang tersedia, serta belum optimalnya pemanfaatan alat
bantu yang dapat memberikan gambaran beban kerja secara menyeluruh dan terukur.
Agar bisa menyelesaikan masalah tersebut kajian ini menjadi
dasar dalam menyusun dan menerapkan Aplikasi ABK 2023 sebagai alat bantu
analisis beban kerja. Penelitian dengan metode deskriptif kualitatif
menggunakan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data menggunakan wawancara,
observasi, dan dokumentasi. Evaluasi terhadap aplikasi dilakukan melalui model
CIPP (Context, Input, Process, Product)
guna melihat sejauh mana aplikasi dapat membantu proses analisis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi ini memberikan
kemudahan dalam melakukan analisis beban kerja serta membantu memetakan
distribusi tugas secara lebih objektif. Meski demikian, ditemukan beberapa kendala
seperti belum meratanya pemahaman pegawai terhadap penggunaan aplikasi, serta kendala teknis pada
saat penginputan data. Kendala ini berdampak pada ketepatan hasil analisis beban kerja.
Dari hasil tersebut, disarankan agar pelatihan penggunaan
aplikasi diberikan secara berkala kepada seluruh pegawai
terkait. Selain itu, perlu dilakukan penyempurnaan sistem aplikasi
agar lebih user-friendly dan
mampu menyesuaikan dengan kebutuhan analisis
beban kerja di lapangan.