PENILAIAN DIRI DAN PENGGUNAAN SISWA TERHADAP PENERAPAN GRAMMARLY AWCF
Perkembangan teknologi yang terus menerus menyebabkan munculnya banyak perangkat lunak yang dapat digunakan dalam proses belajar mengajar. Salah satu jenis perangkat lunak tersebut adalah apa yang dikenal sebagai alat Automated Writing Evaluation (AWE). AWE mampu mendukung proses belajar mengajar dengan menyediakan apa yang dikenal sebagai Automated Written Corrective Feedback (AWCF) bagi penggunanya. Grammarly adalah salah satu alat AWE yang menonjol dalam beberapa tahun terakhir, mendapatkan popularitas di seluruh dunia, meskipun demikian, penelitian yang dilakukan tentang efektivitas keterlibatan siswa dengan alat AWE sejauh ini masih belum meyakinkan. Penelitian ini akan difokuskan untuk menemukan seberapa efektif siswa dapat menggunakan Grammarly AWCF. Penelitian ini akan menjadi studi kualitatif berdasarkan kerangka teori yang dikembangkan oleh Zhang dan Hyland (2018) tentang keterlibatan siswa dengan AWCF yang mencakup tiga dimensi seperti: keterlibatan perilaku, keterlibatan emosional, dan keterlibatan kognitif. Data akan dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner, wawancara, dan analisis teks yang diambil dari 10 mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Inggris 2018 yang dipilih melalui non-probability sampling. Data yang diterima dari siswa akan dianalisis dengan menggunakan analisis tematik yang meliputi lima langkah: pengenalan, pengkodean, pembuatan tema, penyelesaian tema, dan penulisan kesimpulan dari tema. Data yang dianalisis akan disajikan dengan menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian menemukan bahwa meskipun para siswa secara umum memiliki keterlibatan emosional yang positif dengan AWCF yang mereka terima dari Grammarly, artinya mereka menghargai umpan balik, keterlibatan perilaku dan kognitif mereka agak negatif. Sebagian besar siswa hanya menerima umpan balik yang mereka terima dari Grammarly tanpa terlalu memikirkannya, artinya mereka tidak dapat mendeteksi kesalahan yang dilewatkan oleh perangkat lunak atau mereka mengikuti AWCF yang salah. Ini menyiratkan bahwa siswa tidak dapat terlibat secara efektif dengan AWCF yang mereka terima dari alat AWE dan bahwa mereka masih memerlukan bimbingan guru.
Kata Kunci: Automated writing evaluation (AWE), Automated written corrective feedback (AWCF), Grammarly, Self-assessment, and Student engagement.
The continual development of technology has led to the appearance of many software that could be used in the teaching-learning process. One such type of software is what is known as Automated Writing Evaluation (AWE) tools. AWE tools can support the teaching-learning process by providing what is known as Automated Written Corrective Feedback (AWCF) for its user. Grammarly is one of the AWE tools that has stood out in recent years, gaining popularity worldwide, despite of that, the research done on the effectiveness of student engagement with the AWE tools has remained inconclusive so far. This research will be focused on finding how effective are students able to use Grammarly AWCF. The research will be a qualitative study based on the theoretical framework developed by Zhang and Hyland (2018) about student engagement with AWCF which includes three dimensions: behavioral engagement, emotional engagement, and cognitive engagement. The data will be gathered using a questionnaire, interview, and analyzing a text taken from 10 students 2018 the English Education major chosen through non-probability sampling. The data received from the students will be analyzed using thematic analysis which includes five steps: familiarizing, coding, generating themes, finalizing themes, and writing conclusions from themes. The analyzed data will be presented using descriptive method. The result of the research found that while the students do have a generally positive emotional engagement with the AWCF they received from Grammarly, meaning that they appreciated the feedback, their behavioral and cognitive engagement was rather negative. Most of the students simply accepted the feedback they received from Grammarly without giving it much thought, meaning they couldn’t detect the error that the software missed or they followed the wrong AWCF. This imply that student couldn’t effectively engage with the AWCF they received from AWE tools and that they still needed teacher guidance.
Keywords: Automated writing evaluation (AWE), Automated written corrective feedback (AWCF), Grammarly, Self-assessment, and Student engagement