Analisis Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah Dalam Pengelolaan APBD Kota Surabaya Tahun 2015-2023
Analysis of Local Government Financial Performance in The Management of The Surabaya City Budget 2015-2023
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan Pemerintah Kota Surabaya dalam mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) selama periode 2015– 2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan analisis rasio keuangan daerah, mencakup rasio efisiensi, efektivitas, kemandirian keuangan, derajat desentralisasi, serta keseimbangan belanja modal dan belanja operasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi keuangan Pemkot Surabaya cenderung fluktuatif, dengan beberapa tahun menunjukkan ketidakefisienan, terutama selama pandemi COVID-19. Namun, efektivitas PAD tergolong baik karena realisasi pendapatan cenderung memenuhi atau melampaui target. Kemandirian fiskal Kota Surabaya juga tinggi, dengan rasio kemandirian dan deraj at desentralisasi berada dalam kategori baik. Selain itu, proporsi belanja operasional yang sangat dominan menunjukkan perlunya keseimbangan alokasi anggaran agar pembangunan infrastruktur dan investasi jangka panjang tidak terabaikan, terutama pasca -pandemi.
Kata kunci : kinerja keuangan daerah, APBD, efisiensi, efektivitas, kemandirian fiskal, belanja modal dan operasional, kota Surabaya
This study aims to analyze the financial performance of the Surabaya City Government in managing the Regional Revenue and Expenditure Budget (APBD) from 2015 to 2023. The research applies a descriptive quantitative approach using regional financial ratio a nalysis, including efficiency, effectiveness, fiscal independence, degree of decentralization, and the balance between capital and operational expenditures. The results indicate that the financial efficiency of the Surabaya City Government fluctuated, with inefficiency observed in several years, especially during the COVID -19 pandemic. Nevertheless, the effectiveness of Local Own -Source Revenue (PAD) was relatively high, with revenue targets largely met or exceeded. Surabaya also demonstrated strong fiscal independence, as shown by favorable independence and decentralization ratios. However, the dominance of operational expenditure suggests a need for better budget allocation balance to support infrastructure development and long -term investment, particularly in the post -pandemic era.
Keywords: Financial Performance, APBD, Efficiency, Effectiveness, Fiscal Independence, Capital Expenditure, Operational Expenditure, Surabaya City