Pada era modern ini semakin meningkatnya jumlah transportasi di dunia
khususnya kendaraan bermotor di Indonesia, yang mengakibatkan kadar gas buang
tinggi, sehingga dibutuhkan bahan bakar yang ramah lingkungan. Maka dari itu
diperlukan bahan bakar alternatif yang karakteristiknya serupa dengan bahan
bakar bensin dan kadar gas buangnya rendah yaitu bahan bakar dari nabati atau
bioetanol. Penggunaan bioetanol diharapkan dapat menggantikan atau sebagai
campuran bahan bakar fosil dan mengurangi pencemaran lingkungan. Tujuan dalam
penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh penggunaan campuran pertalite
dengan bioetanol dari kulit pisang raja
terhadap kadar gas buang pada sepeda motor Honda Vario 125cc tahun 2021.
Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Bahan bakar yang
digunakan pertalite (E0) dan campuran bioetanol dari kulit pisang raja (Musa
Paradisiaca ) (E10, E20, E30, E40, E50, E60, dan E70). Kadar gas buang yang
diuji meliputi: O2 , CO2 , CO, dan HC. Pengujian kadar gas
buang mesin berpedoman pada SNI 19-7118.3-2005 (kondisi idle) dan dilanjuTkan
dengan pengujian eksperimen dimulai
pada putaran mesin (2500rpm-8500rpm) dengan rentang 1000rpm. Analisis
data menggunakan metode deskriptif kuantitatif.
Hasil dari pengujian emisi gas buang campuran bahan bakar pertalite dengan
bioetanol kulit pisang raja didapatkan kadar gas buang O2 terendah
pada lamda 0,94 sebesar 0,86% vol. kadar gas bung CO2 tertinggi pada
lamda 1,03 sebesar 14,49%vol. Kadar gas buang CO terendah pada lamda 1,10 sebesar
0,64%vol. Kadar gas buang HC terendah 1,11 sebesar 176 ppm. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa kadar emisi yang terbaik pada campuran bahan bakar E50 dengan
rata-rata penurunan kadar emisi CO terbanyak sebesar 30,43% dan HC terbanyak
sebesar 30,82%, sedangkan kenaikan kadar gas buang CO2 terbanyak
sebesar 11,42% dan O2 terendah sebesar 2,32% pada campuran E10 jika
dibandingkan dengan pertalite murni.