PENGELOLAAN PANTAI MARINA BOOM BANYUWANGI BERBASIS MASYARAKAT
COMMUNITY-BASED MANAGEMENT OF MARINA BOOM BEACH, BANYUWANGI
Pantai Marina Boom di Banyuwangi telah berkembang menjadi destinasi wisata modern, dengan jumlah pengunjung meningkat sebesar 40% dalam tiga tahun terakhir. Namun, perkembangan pesat ini telah menimbulkan masalah seperti kerusakan ekosistem mangrove dan ketidakseimbangan partisipasi anggota masyarakat dalam pengelolaan lokal. Studi ini bertujuan untuk menganalisis dinamika partisipasi masyarakat dalam pengelolaan Pantai Marina Boom dan mengidentifikasi hambatan yang menghalangi partisipasi kelompok marginal (pemuda dan perempuan).
Studi ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan desain studi kasus fenomenologis. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam dengan informan kunci (pengelola, pejabat pemerintah, dan pemimpin masyarakat), dan tinjauan pustaka. Analisis data menginterpretasikan pengalaman lapangan informan menggunakan model interaksi Miles dan Herberman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam pengelolaan Pantai Marina Boom belum komprehensif. Peran konservasi lingkungan masih didominasi oleh nelayan lanjut usia yang berpusat di sekitar kelompok "Laskar Marina", sementara partisipasi kelompok pemuda dan perempuan masih sporadis dan minimal. Hambatan utama meliputi kurangnya reproduksi peran dan terbatasnya kesempatan bagi masyarakat lokal untuk berpartisipasi dalam proses pembuatan kebijakan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model pengelolaan berbasis komunitas yang lebih terintegrasi diperlukan untuk menyelaraskan manfaat ekonomi pariwisata, keberlanjutan ekologis, dan keadilan sosial di komunitas pesisir.
Kata kunci: Pengelolaan berbasis komunitas, Partisipasi, Pantai Marina Boom, Kelompok marginal
Marina Boom Beach in Banyuwangi has developed into a modern tourist destination, with the number of visitors increasing by 40% in the last three years. However, this rapid development has caused problems such as damage to the mangrove ecosystem and inequality of community members' participation in local management. This study aims to analyze the dynamics of community participation in the management of Marina Boom Beach and identify obstacles that hinder the participation of marginal groups (youths and women).
This study uses qualitative research methods with the design of phenomenological case studies. Data collection is done through participant observation, in-depth interviews with key informants (managers, government officials, and community leaders), and library reviews. Data analysis interprets the informant's field experience using the Miles and Herberman interaction model.
Research results show that public participation in the management of Marina Boom Beach is not comprehensive. The role of environmental conservation is still dominated by elderly fishermen centered around the "Laskar Marina" group, while the participation of youth and women is still sporadic and minimal. Major obstacles include a lack of reproduction of roles and limited opportunities for local people to participate in the policy-making process. This study concluded that a more integrated community-based management model was needed to harmonize the economic benefits of tourism, ecological sustainability, and social justice in coastal communities.
Keywords: Community-based management, participation, Marina Boom Beach, Marginal Group