RESILIENSI ATLET KONI JAWA TIMUR TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PASCA CEDERA
RESILIENCE OF EAST JAVA KONI ATHLETES TO LEVELS OF POST-INJURY ANXIETY
Resiliensi merupakan keahlian seseorang agar bisa bangkit untuk menghadapi dan mengatasi keadaan yang berbahaya dan penuh ancaman lewat pertahanan lewat kemampuan yang mereka punya serta proses menyesuaikan diri yang positif dan fleksibel terhadap perubahan dari pengalaman yang penuh tekanan. Penelitian ini bertujuan Untuk mendeskripsikan Resiliensi atlet KONI (KomiteiOlahragaiNasionali Indonesia) Jawa Timur terhadap tingkat kecemasan pasca cedera. Metode yang digunakan adalah survei dengan teknik pengumpulan datanya melalui penyebaran kuesioner (angket) kepada atlet KONI Jawa Timur yang mengalami cedera pada tingkat sedang ke berat. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sample dengan sampel 42 atlet. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner (angket) dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini diperoleh bahwa instrumen angket resiliensi dan tingkat kecemasan dapat disimpulkan valid. Pada persentase resiliensi diperoleh hasil pada kriteria sangat tinggi memperoleh 10%, kriteria tinggi memperoleh 19%, kriteria cukup memperoleh 26%, kriteria rendah memperoleh 40%, dan kriteria sangat rendah memperoleh 5%. Persentase tingkat kecemasan diperoleh hasil pada kriteria sangat tinggi memperoleh 9%, kriteria tinggi memperoleh 17%, kriteria cukup memperoleh 40%, kriteria rendah memperoleh 24%, dan kriteria sangat rendah memperoleh 10%. Berdasarkan analisis data dan pembahasan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi antara resiliensi dan kecemasan pada atlet yang mengalami cedera. Mayoritas atlet dengan tingkat resiliensi rendah juga mengalami tingkat kecemasan yang tinggi.
Kata kunci: resiliensi, tingkat kecemasan, cedera
Resilience is a person's ability to rise to face and overcome dangerous and threatening situations through defense through their abilities and the process of adjusting positively and flexibly to changes from stressful experiences. This study aims to describe the resilience of KONI (Indonesian National Athletic Committee) East Java athletes to post-injury anxiety levels. The method used is a survey with data collection techniques through distributing questionnaires (questionnaires) to East Java KONI athletes who experience injuries at moderate to severe levels. The sampling technique used purposive sample technique with a sample of 42 athletes. The data collection techniques used in this study were questionnaires and documentation. The results of this study obtained that the resilience questionnaire instrument and anxiety level can be concluded valid. The percentage of resilience obtained results in very high criteria obtained 10%, high criteria obtained 19%, sufficient criteria obtained 26%, low criteria obtained 40%, and very low criteria obtained 5%. The percentage of anxiety level obtained results in very high criteria obtained 9%, high criteria obtained 17%, sufficient criteria obtained 40%, low criteria obtained 24%, and very low criteria obtained 10%. Based on data analysis and discussion of the research results, it can be concluded that there is a correlation between resilience and anxiety in athletes who experience injuries. The majority of athletes with low levels of resilience also experience high levels of anxiety.
Key words: resilience, anxiety level, injury