PENANDA KOHESI DAN KOHERENSI DALAM ARTIKEL- ARTIKEL DI WEBSITE UMWELTBUNDESAMT
COHESION AND COHERENCE MARKERS IN ARTICLES ON THE UMWELTBUNDESAMT WEBSITE
Penelitian ini membahas penggunaan penanda kohesi dan koherensi dalam artikel- artikel bertema lingkungan yang dipublikasikan oleh situs resmi Umweltbundesamt (Badan Lingkungan Federal Jerman). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis penanda kohesi dan koherensi yang digunakan dalam teks, serta menggambarkan peranannya dalam membentuk keterpaduan wacana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh dari lima artikel lingkungan yang diterbitkan oleh Umweltbundesamt pada tahun 2024. Analisis dilakukan dengan menggunakan teori kohesi dari Linke (2001) dan teori koherensi dari Beaugrande dan Dressler (1981). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanda kohesi yang paling dominan adalah Konnektoren (konjungsi), baik koordinatif maupun subordinatif. Jenis ini berperan besar dalam membangun keterkaitan logis antar kalimat dan paragraf. Selain itu, ditemukan pula penggunaan Rekurrenz (pengulangan), Pro-Formen (pronomina), serta Substitution (penggantian), yang semuanya berkontribusi terhadap kesinambungan gramatikal dan semantik teks. Penanda koherensi yang muncul meliputi hubungan penambahan, sebab-akibat, pertentangan, kesimpulan, dan tujuan. Hubungan- hubungan ini memperlihatkan bagaimana penulis artikel menyusun argumen secara logis dan informatif untuk mendukung pesan utama. Secara keseluruhan, hasil analisis menunjukkan bahwa artikel Umweltbundesamt memiliki struktur wacana yang padu dan terorganisasi dengan baik. Kohesi dan koherensi yang kuat menjadikan teks-teks tersebut efektif dalam menyampaikan isu lingkungan secara jelas, sistematis, dan mudah dipahami publik.
Kata kunci: Kohesi, Koherensi, Wacana, Umweltbundesamt
This study examines the use of cohesion and coherence markers in environmental articles published on the official website of Umweltbundesamt (the German Federal Environment Agency). The research aims to identify the types of cohesion and coherence markers used in the texts and to describe their roles in creating discourse unity. The study applies a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected from five environmental articles published by Umweltbundesamt in 2024. The analysis employs Linke’s (2001) theory of cohesion and Beaugrande and Dressler’s (1981) theory of coherence. The findings reveal that the most dominant cohesion markers are Konnektoren (conjunctions), both coordinating and subordinating. These play a crucial role in establishing logical connections between sentences and paragraphs. Other markers such as Rekurrenz (repetition), Pro- Formen (pronouns), and Substitution (substitution) also contribute to the grammatical and semantic continuity of the text. The coherence markers identified include additive, causal, contrastive, conclusive, and purposive relations. These connections demonstrate how the authors of the articles construct arguments in a logical and informative manner to reinforce the main message. Overall, the analysis shows that the Umweltbundesamt articles exhibit well-structured and cohesive discourse. The strong interplay of cohesion and coherence makes the texts effective in conveying environmental issues clearly, systematically, and comprehensibly to the public.
Keywords: Cohesion, Coherence, Discourse, Umweltbundesamt