PEMETAAN DAERAH RAWAN BANJIR DI KECAMATAN CERME, KABUPATEN GRESIK
MAPPING OF FLOOD-PRONE AREAS IN CERME DISTRICT, GRESIK REGENCY
Banjir merupakan bencana yang sering terjadi di Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, akibat topografi dataran rendah, curah hujan tinggi, serta alih fungsi lahan yang intensif. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan daerah rawan banjir di Kecamatan Cerme dengan mengidentifikasi dan menganalisis berbagai faktor penyebab banjir, serta mengklasifikasikan tingkat kerawanannya sebagai dasar mitigasi bencana.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Data diperoleh dari instansi seperti BPBD, BIG, BMKG, dan BPS. Parameter yang dianalisis meliputi ketinggian permukaan, kemiringan lereng, jenis tanah, curah hujan, penggunaan lahan, dan kerapatan sungai. Teknik analisis dilakukan melalui skoring, pembobotan, dan overlay untuk menghasilkan peta kerawanan banjir dengan klasifikasi tingkat kerawanan tinggi, sedang, dan rendah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebesar 58,90% atau 4.280,20 Ha wilayah Kecamatan Cerme termasuk dalam tingkat kerawanan tinggi yang memiliki karakteristik fisik berupa dataran rendah dan tanah berdaya serap rendah, menjadikannya sangat rentan terhadap banjir. Wilayah dengan kerawanan tinggi didominasi oleh sawah dan tambak yang berada di zona elevasi rendah. Pemetaan ini diharapkan menjadi acuan bagi pemerintah daerah dan masyarakat dalam upaya mitigasi, perencanaan tata ruang, serta pengurangan risiko bencana banjir secara spasial.
Kata Kunci: Pemetaan, Banjir, SIG
Floods are a disaster that often occurs in Cerme District, Gresik Regency, due to lowland topography, high rainfall, and intensive land conversion. This study aims to map flood-prone areas in Cerme District by identifying and analyzing various factors causing floods, and classifying their vulnerability levels as a basis for disaster mitigation.
The method used in this study is descriptive quantitative based on Geographic Information System (GIS). Data were obtained from agencies such as BPBD, BIG, BMKG, and BPS. The parameters analyzed include surface height, slope, soil type, rainfall, land use, and river density. The analysis technique is carried out through scoring, weighting, and overlay to produce a flood vulnerability map with a classification of high, medium, and low vulnerability levels.
The results of the study showed that 58,90% or 4.280,20 Ha of the Cerme District area is included in the high vulnerability level which has physical characteristics in the form of lowlands and low-absorbent soil, making it very vulnerable to flooding. Areas with high vulnerability are dominated by rice fields and ponds located in low elevation zones. This mapping is expected to be a reference for local governments and communities in mitigation efforts, spatial planning, and reducing the risk of flooding spatially.
Keywords: Mapping, Flood, GIS