SISTEM PEWARISAN KESENIAN SERBUNG JATIMULYO DI SANGGAR MANDIRI LESTARI DESA JATIMULYO KECAMATAN KUNIR KABUPATEN LUMAJANG
The Inheritance System of Serbung Jatimulyo Art in Sanggar Mandiri Lestari Jatimulyo Village, Kunir District, Lumajang Regency
Kesenian Serbung merupakan sebuah kesenian yang kompleks namun keberadaannya tenggelam akibat geopolitik Indonesia di era 1983, hingga kesenian ini di tinggalkan oleh para pelakunya. namun kesenian ini berhasil direvitalisasi ditahun 2018. Penelitian ini mengkaji bagaimana upaya menjaga eksistensi kesenian Serbung dari sisi musikologi dengan pendekatan kualitatif dengan laporan berupa deskriptif naratif.
Teori yang digunakan untuk membedah fokus penelitian ini ialah Etnomusikologi, Transmisi (pewarisan), metode transmisi, hal tersebut dianggap sebagai pendekatan yang tepat untuk menjabarkan bagaimana proses kreatif sebagai objek formal, dan Kesenian Serbung sebagai objek material.
Proses Pewarisan yang terjadi di Sanggar dilihat dari teorinya Cavalli Forza, serta musik etnis dilihat dan di kupas dengan beberapa teori konsep diantaranya ialah Bruno Netll, dan Rahayu Supanggah, sehingga menghasilkan sebuah hasil yang mengejawantahkan istilah – istilah kedaerahan menjadi sebuah bahasa ilmiah.
Metode didalam proses proses kreatif di sanggar dijabarkan dengan pendekatan yang naratif dengan dibagi menjadi beberapa pendekatan yakni imitasi, modeling, dan internalisasi. Sehingga menghasilkan pembahasan dari penggalian data dilihat dari pendidikan yang ada dalam sebuah komunitas masyarakat.
Serbung art is a complex art but its existence sank due to Indonesian geopolitics in the 1983 era, until this art was abandoned by the perpetrators. but this art was successfully revitalized in 2018. This research examines how efforts to maintain the existence of Serbung art from the musicology side with a qualitative approach with a descriptive narrative report.
The theory used to dissect the focus of this research is Ethnomusicology, Transmission (inheritance), transmission methods, it is considered as the right approach to describe how the creative process as a formal object, and Serbung Art as a material object.
The process of inheritance that occurs in the studio is seen from the theory of Cavalli Forza, and ethnic music is seen and peeled with several concept theories including Bruno Netll, and Rahayu Supanggah, so as to produce a result that embodies regional terms into a scientific language.
The method in the creative process in the studio is described with a narrative approach divided into several approaches, namely imitation, modeling, and internalization. So as to produce a discussion of data mining seen from the education that exists in a community of people.