THE FORMATION AND FUNCTION OF WAKAMONO KOTOBA IN THE ANIME OSHI NO KO BY AKA AKASAKA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembentukan dan fungsi wakamono kotoba yang terdapat dalam anime Oshi No Ko. Wakamono kotoba merupakan ragam bahasa tidak resmi yang digunakan oleh kalangan muda di Jepang sebagai bentuk ekspresi diri, gaya komunikasi, serta penanda identitas kelompok sosial. Anime dipilih sebagai objek penelitian karena menjadi media populer yang sering merepresentasikan bahasa anak muda secara nyata dan kontekstual.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode simak dan catat terhadap tuturan dalam anime Oshi No Ko episode 1. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teori pembentukan kata dari Tsujimura (2014) dan teori fungsi wakamono kotoba dari Tanaka (2015).
Hasil penelitian menunjukkan terdapat delapan data wakamono kotoba dengan rincian sebagai berikut: 6 data termasuk pembentukan abreviasi, 1 data nominalisasi, dan 1 data merupakan serapan dari bahasa asing. Fungsi yang ditemukan meliputi: fungsi identitas sosial, ekspresif, kreatif dan estetis, serta fungsi distingtif terhadap bahasa standar. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan wakamono kotoba dalam anime tidak hanya bersifat linguistik, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai sosial, identitas kelompok, dan ekspresi budaya generasi muda Jepang.
Kata Kunci: wakamono kotoba, pembentukan kata, fungsi bahasa, anime, Oshi No Ko
This study aims to describe the formation and functions of wakamono kotoba in the anime Oshi No Ko. Wakamono kotoba refers to a non-standard variety of Japanese used by young people for self-expression and communication, as well as to mark their social identity. Anime was selected as the object of study because it often reflects the language of youth in a realistic and contextual manner.
This research uses a qualitative approach with descriptive methods. Data were collected through observation and note-taking from the dialogue in episode 1 of Oshi No Ko. The data were analyzed using Tsujimura's (2014) theory of word formation and Tanaka's (2015) theory of wakamono kotoba functions.
The results revealed eight wakamono kotoba examples, including 6 abbreviations, 1 nominalization, and 1 borrowing from a foreign language. The identified functions include social identity, expressiveness, creativity, aesthetics, and distinctiveness from standard language. These findings suggest that wakamono kotoba in anime serve linguistic and social purposes and reflect the social values, group identity, and cultural expression of Japanese youth.
Keywords: wakamono kotoba, word formation, language function, anime, Oshi No Ko