Community Empowerment in the Jago Karah Farm Jaya Utama Group Through Chicken Farming in Karah Village Surabaya City
Penyelenggaraan pemberdayaan masyarakat dimaksudkan sebagai upaya membangun masyarakat atas pertimbangan potensi dan kebutuhan suatu wilayah. Kegiatan ini untuk meningkatkan kesejahteraan taraf kehidupan. Kelurahan Karah selaku unit pemerintahan terkecil melaksanakan pemberdayaan masyarakat dengan membentuk Kelompok Jago Karah Farm Jaya Utama menjadi kelompok pemberdaya melalui inovasi peternakan ayam di perkotaan. Tujuan penelitian yaitu mendeskripsikan pemberdayaan masyarakat pada Kelompok Jago Karah Farm Jaya Utama. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Fokus penelitian menggunakan model pemberdayaan agen pembaharu menurut Sulistiyani (2017), meliputi Context, Input, Process, Output, dan Outcome. Adapun data dikumpulkan melalui metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yakni pemberdayaan masyarakat oleh kelompok peternakan telah berjalan baik, walaupun belum sepenuhnya berdaya. Keberadaan kelompok secara normatif didukung oleh surat keputusan kelurahan dan memiliki susunan kepengurusan. Di proses pemberdayaan ada keterlibatan beberapa pihak yang ikut berperan, upaya pemanfaatan bantuan, hingga kegiatan penjualan produk. Kelompok turut berkontribusi menjaga ketahanan pangan di Kelurahan Karah. Namun, terdapat kendala seperti minat ketertarikan masyarakat masih rendah, kurangnya kemampuan pengelolaan/manajerial budidaya peternakan ayam, keterbatasan penyediaan fasilitas sarana dan prasarana, serta minimnya dukungan anggaran dana.
Kata Kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Peternakan Ayam, Kelompok Jago Karah Farm Jaya Utama
The implementation of community empowerment is intended as an effort to build a community based on the consideration of the potential and needs of a region. This activity is to improve the welfare of the standard of living. Karah Village as the smallest government unit carries out community empowerment by forming the Jago Karah Farm Jaya Utama Group into an empowerment group through urban chicken farming innovation. The purpose of the study was to describe community empowerment in the Jago Karah Farm Jaya Utama Group. This type of research is descriptive qualitative. The focus of the study used the agent of change empowerment model according to Sulistiyani (2017), including Context, Input, Process, Output, and Outcome. The data were collected through interview, observation, and documentation methods. Data were analyzed by data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study were that community empowerment by livestock groups had gone well, although not yet fully empowered. The existence of the group is normatively supported by a village decree and has a management structure. In the empowerment process, there was involvement of several parties who played a role, efforts to utilize assistance, to product sales activities. The group also contributed to maintaining food security in Karah Village. However, there are obstacles such as low public interest, lack of management/managerial capabilities in chicken farming, limited provision of facilities and infrastructure, and minimal budget support.
Keywords: Community Empowerment, Chicken Farming, Jago Karah Farm Jaya Utama Group