ANALISIS FRAMING MEDIA NARASI.TV DAN VIVA.CO.ID DALAM PEMBERITAAN DEMONSTRASI PERINGATAN DARURAT MENOLAK REVISI UNDANG-UNDANG PILKADA 2024
Media Framing Analysis of Narasi.tv and Viva.co.id in Reporting the Emergency Demonstration Against the 2024 Regional Election Law Revision
Realitas yang dibentuk melalui pemberitaan memiliki peran yang penting dan sering juga disebut dengan istilah bingkai media, dimana pemberitaan yang dilakukan menunjukkan adanya seleksi isu dan penonjolan atau penekanan terhadap suatu peristiwa sehingga membuat adanya bagian yang luput dalam pemberitaan. Realitas dapat dimunculkan secara berbeda-beda pada peristiwa yang sama, seperti yang diberitakan oleh media Narasi.tv dan Viva.co.id mengenai pemberitaan demonstrasi peringatan darurat menolak revisi undang-undang pilkada 2024. Munculnya demonstrasi peringatan darurat menolak revisi undang-undang Pilkada pada tanggal 22 Agustus 2024 di berbagai daerah, merupakan buntut dari adanya rancangan undang-undang Pilkada 2024 yang di inisiasi oleh DPR dinggap melanggar prinsip demokrasi dan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) mendapatkan penolakan keras dari berbagai kalangan, mulai dari aktivis, akademisi, buruh, mahasiswa, hingga artis dan komedian.
Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Subjek penelitian yang akan diteliti adalah Narasi.tv dan Viva.co.id, sedangkan objek penelitiannya adalah berita yang memuat tentang demonstrasi peringatan menolak revisi undang-undang Pilkada 2024. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan dokumentasi dan studi kepustakaan. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis framing model Pan dan Kosicki. Sedangkan Teknik keabsahan data pada penelitian ini menggunakan triangulasi data.
Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa Narasi.tv pada awal pembingkaian pemberitaan demonstrasi dimunculkan sebagai bentuk perlawanan demonstran terhadap pemerintah dalam merevisi undang undang Pilkada dengan lebih menonjolkan tindakan represif dari aparat keamanan, namun pada tahap selanjutnya pembingkaian bergeser dengan lebih mendukung pemerintah dilihat dari berkurangnya narasi yang kritis terhadap pemerintah. Di sisi lainya, Viva.co.id pada awal pemberitaanya melakukan bingkaian dengan lebih menonjolkan kericuhan dan dampak dari kericuhan yang terjadi pada saat demonstrasi dengan narasi yang cukup moderat, ditahap pemberitaan selanjutnya Viva.co.id dalam bingkaianya menunjukkan bentuk dukungan terhadap pemerintah terhadap putusan yang diambil tanpa memberikan ruang yang cukup bagi latar belakang dan alasan demonstrasi.
KATA KUNCI: Analisis Framing, Framing, Media, Narasi.tv, Viva.co.id, Demonstrasi, Pilkada 2024
The reality constructed through news reporting plays a crucial role and is often referred to as media framing, in which the coverage reflects a selection of issues and emphasis on certain aspects of an event leading to the omission of other important elements. Reality can be presented differently in the same event, as seen in the coverage by Narasi.tv and Viva.co.id regarding the emergency demonstration opposing the revision of the 2024 Regional Election Law.
The emergence of the emergency demonstrations on August 22, 2024, across various regions was a response to the proposed 2024 Regional Election Bill initiated by the House of Representatives (DPR), which was considered to violate democratic principles and the Constitutional Court’s ruling. This proposal sparked strong opposition from diverse groups, including activists, academics, labor unions, university students, artists, and comedians.
This study uses a qualitative research method. The subjects of this study are the media outlets Narasi.tv and Viva.co.id, while the objects of study are the news articles covering the emergency demonstration against the revision of the 2024 Regional Election Law. Data collection was carried out through documentation and literature review. The data analysis technique used is the framing analysis model developed by Pan and Kosicki. To ensure data validity, triangulation was employed.
The findings of this research reveal that Narasi.tv initially framed the demonstration as an act of resistance by protesters against the government’s attempt to revise the Regional Election Law, highlighting the repressive actions of security forces. However, at a later stage, the framing shifted toward a more government-supportive tone, as indicated by a decrease in critical narratives. On the other hand, Viva.co.id’s early coverage focused more on the chaos and the consequences of the demonstrations, using relatively moderate narratives. In its subsequent reports, Viva.co.id framed the event in a way that showed support for the government's decision, without providing sufficient space for the background or rationale behind the protests.
KEY WORDS: Framing Analysis, Framing, Media, Narasi.tv, Viva.co.id, Demonstration, Pilkada 2024