Indigenous Learning melalui Ekstrakulikuler Reog dalam Proses Pembentukan Karakter Peserta Didik di Ponorogo
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pelestarian budaya lokal sebagai sumber pembelajaran yang dapat digunakan untuk mendukung pembentukan karakter peserta didik. Salah satu bentuk pembelajaran berbasis budaya lokal yang dapat diterapkan di sekolah adalah melalui kegiatan ekstrakurikuler Reog yang mengandung berbagai nilai budaya dan karakter. Pendekatan indigenous learning dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan indigenous learning melalui kegiatan ekstrakurikuler Reog serta kontribusinya dalam proses pembentukan karakter peserta didik di SMA Negeri 1 Babadan Ponorogo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan penelitian terdiri atas pembina ekstrakurikuler Reog, pelatih, dan peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan indigenous learning dalam kegiatan ekstrakurikuler Reog dilakukan melalui pembelajaran berbasis pengalaman langsung, partisipasi aktif peserta didik, pewarisan nilai budaya, serta keteladanan dari pelatih dan pembina. Kegiatan ekstrakurikuler Reog berkontribusi dalam pembentukan karakter peserta didik.
Kata kunci: indigenous learning; ekstrakurikuler Reog, pembentukan karakter, budaya lokal, peserta didik.
This study was motivated by the importance of preserving local culture as a learning resource to support students’ character development. One form of local culture-based learning that can be implemented in schools is the Reog extracurricular activity, which contains various cultural and character values. The indigenous learning approach is utilized as a meaningful learning medium for students.
The purpose of this study was to describe the implementation of indigenous learning through Reog extracurricular activities and its contribution to the character development of students at State Senior High School 1 Babadan, Ponorogo. This study employed a qualitative approach with a descriptive research design. The research informants consisted of the Reog extracurricular supervisor, trainer, and students. Data were collected through observation, interviews, and documentation. Data analysis used the Miles, Huberman, and Saldana model, which includes data condensation, data display, and conclusion drawing. The validity of the data was ensured through source triangulation and technique triangulation.
The findings revealed that the implementation of indigenous learning in Reog extracurricular activities was carried out through experiential learning, active student participation, the transmission of cultural values, and role modeling provided by trainers and supervisors. Reog extracurricular activities contributed to students’ character development, particularly in fostering discipline, responsibility, cooperation, and appreciation of local culture.
Keywords: indigenous learning, Reog extracurricular activities, character building, local culture, students.