Di tengah arus globalisasi yang membawa nilai-nilai modernisme dan
tantangan kemajemukan bangsa,
pendidikan karakter nasionalisme menjadi kebutuhan yang sangat urgen dan fundamental
bagi
generasi muda,
termasuk para
siswa Sekolah Menengah
Atas. Penelitian ini
dilatarbelakangi oleh
perlunya strategi manajemen yang sistematis
di sekolah untuk pendidikan dan penguatan karakter nasionalisme
demi memperkuat sekaligus melindungi identitas
nasional siswa dari pengaruh negatif budaya asing
seperti indivisualisme secara berlebihan, materialisme, hedonisme,
konsumerisme, instantinisme dan lain-lain. Jikalau pengaruh negatif ini tidak
disikapi dengan bijak, maka hal ini dapat mengikis dan merusak semangat cinta
tanah air, persatuan dan kesatuan bangsa, semangat membela kepentingan bangsa,
mengabdi dan berkontribusi untuk kemajuan bangsa dan masyarakat Indonesia dalam
diri siswa.
Penelitian
ini menggunakan pendekatan
kualitatif dengan desain studi muti situs di SMA Negeri 2 Madiun
dan
SMAK
Santo Bonaventura Madiun. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara mendalam dengan para responden yang terdiri
dari
pimpinan sekolah, para guru khususnya guru agama yang mengajarkan
nilai-nilai moral dan
spiritual kepada para siswa.
Analisis data penelitian dilakukan
secara deskriptif-analisis dengan model perbandingan
pendidikan karakter nasionalisme untuk mengeksplorasi
manajemen perencanaan,
pelaksanaan, serta evaluasi
program pendidikan
karakter nasionalisme pada
kedua sekolah ini.
Temuan penelitian menunjukkan strategi implementasi pendidikan karakter nasionalisme pada kedua
sekolah ini ialah pendidikan karakter ini dilakukan secara holistik melalui tiga pilar
utama: 1) Integrasi kurikuler
dalam
mata pelajaran (PPKn, Sejarah,
Agama, dan lain-lain) serta proyek
penguatan profil pelajar Pancasila (P5);
2) Kegiatan ekstrakurikuler;
dan 3) pengembangan budaya dan pembiasaan
positif sekolah. Secara khusus, pendidikan agama
berperan strategis menghubungkan
nilai
teologis-keagamaan dengan
kewajiban
moral
sebagai warga negara melalui
pendekatan kontekstual-refleksif.
Strategi implementasi pendidikan nasinalisme pada kedua sekolah
telah berjalan baik dan berdampak positif
pada pengembangan karakter nasionalisme siswa pada aspek kognitif, afektif, serta psikomotorik. Meskipun demikian, penelitian
ini masih mengidentifikasi adanya hambatan
berupa pengaruh media sosial
yang
masif serta kurangnya sinkronisasi
antara nilai-nilai dan upaya pendidikan karkter nasionalisme yang dilakukan di
sekolah
dengan nilai-nilai serta pendidikan
karakter nasionalisme yang
dilakukan di luar sekolah,terutama
dalam keluarga.
Kata Kunci: Strategi
Manajemen, Nasionalisme, Integrasi
Pendidikan Karakter
Nasionalisme, Studi Multi Situs.