Fungsi Musik Sebagai Pemicu Trance Dalam Kesenian Jaranan Dor Joko Soroh Kabupaten Jombang
The Function of Music as a Trance Trigger in the Jaranan Dor Joko Soroh Art Form Jombang Regency
Kesenian Jaranan Dor Joko Soroh merupakan salah satu kesenian tradisional yang berkembang di Dusun Kebondalem, Desa Kademangan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang. Kesenian ini memadukan unsur tari, musik, dan ritual yang menjadi satu kesatuan dalam pertunjukan, dengan fenomena trance (ndadi) sebagai ciri khasnya. Dalam pertunjukan tersebut, musik tidak hanya berfungsi sebagai pengiring tari, tetapi juga memiliki peran penting dalam membangun suasana, mengatur jalannya pertunjukan, serta berkaitan erat dengan proses terjadinya trance pada penari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi musik sebagai media komunikasi simbolik serta menganalisis peran musik dalam tahapan trance pada pertunjukan Kesenian Jaranan Dor Joko Soroh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa musik dalam Kesenian Jaranan Dor Joko Soroh berfungsi sebagai media komunikasi simbolik yang menghubungkan pengrawit, penari, dan pawang (bopo) melalui perubahan tempo, ritme, dinamika, dan pola permainan musik yang dipahami sebagai sistem tanda tanpa komunikasi verbal. Musik juga berperan dalam setiap tahapan trance, yaitu sebagai pemicu munculnya trance melalui peningkatan tempo dan repetisi ritmis, sebagai pendamping yang mempertahankan kondisi trance selama pertunjukan berlangsung, serta sebagai pengatur yang membantu proses penyadaran penari melalui penurunan tempo dan dinamika musik secara bertahap. Temuan penelitian menunjukkan bahwa fenomena trance tidak dipengaruhi oleh musik semata, melainkan merupakan hasil interaksi antara struktur musikal, ritual yang dipimpin pawang, kesiapan penari, dan sistem kepercayaan masyarakat. Dengan demikian, musik dalam Kesenian Jaranan Dor Joko Soroh memiliki fungsi yang bersifat multidimensional, yaitu sebagai media komunikasi simbolik, pengiring ritual, pengatur dinamika pertunjukan, serta penghubung antara aspek artistik, psikologis, dan spiritual dalam satu kesatuan sistem budaya.
Jaranan Dor Joko Soroh is a traditional performing art that originated and continues to develop in Kebondalem Hamlet, Kademangan Village, Mojoagung District, Jombang Regency, Indonesia. This performance integrates dance, music, and ritual into a unified artistic presentation, with the phenomenon of trance (ndadi) serving as its distinctive characteristic. In this performance, music functions not only as an accompaniment to the dance but also plays a significant role in creating the performance atmosphere, regulating the sequence of events, and facilitating the occurrence of trance among the dancers. This study aims to describe the function of music as a medium of symbolic communication and to analyze the role of music throughout the stages of trance in the Jaranan Dor Joko Soroh performance. This research employed a qualitative descriptive approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and were analyzed using the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing.
The findings reveal that music in Jaranan Dor Joko Soroh functions as a medium of symbolic communication connecting the musicians, dancers, and ritual leader (bopo) through variations in tempo, rhythm, dynamics, and musical patterns, which are understood as a system of nonverbal communication. Music also plays an essential role throughout the stages of trance by initiating the trance process through increased tempo and rhythmic repetition, maintaining the trance state during the performance, and assisting the recovery process by gradually reducing the tempo and dynamics of the music. Furthermore, the study indicates that the occurrence of trance is not solely influenced by music but results from the interaction between musical structure, ritual practices led by the bopo, the dancers' readiness, and the community's belief system. Therefore, music in Jaranan Dor Joko Soroh performs multidimensional functions as a medium of symbolic communication, a ritual accompaniment, a regulator of performance dynamics, and a bridge connecting the artistic, psychological, and spiritual dimensions within a unified cultural system.