Pengembangan Sign System dan Wayfinding pada Unit Pengelolaan Informasi Majapahit di Kabupaten Mojokerto
Development of Sign System and Wayfinding at Majapahit Information Management Unit in Mojokerto District
Indonesia memiliki kekayaan budaya yang terbukti dari banyaknya peninggalan sejarah seperti bangunan, pakaian adat dan bahasa daerah. Salah satu kawasan yang merepresentasikan warisan budaya tersebut adalah Trowulan, kecamatan di Kabupaten Mojokerto yang dikenal sebagai situs arkeologi peninggalan Kerajaan Majapahit dan ditetapkan sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO. Kecamatan Trowulan ini memiliki Unit Pengelolaan Informasi Majapahit (PIM), sebuah museum yang dikelola oleh Balai Pelestarian Kebudayaan XI Jawa Timur yang menyimpan benda-benda bersejarah dan menjadi tujuan wisata peninggalan sejarah. Namun, media informasi seperti sign system dan wayfinding di unit ini masih kurang memadai, sehingga pengalaman berkunjung belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan desain sign system dan wayfinding baru yang dapat mempermudah pengunjung dalam mengakses informasi. Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi literatur. Perancangan dilakukan menggunakan metode Environmental Graphic Design (EGD) Design Process oleh Chris Calori & Vanden-Eyden (2015). Konsep yang dikembangkan yaitu sederhana, mudah dipahami, dan mencerminkan ciri khas Majapahit. Hasil akhir dari penelitian ini berupa desain sign system dan wayfinding yang diharapkan memudahkan pengunjung dalam mencari informasi dan mendukung perkembangan wisata sejarah di Trowulan.
Indonesia has a rich culture that is evident from the many historical relics such as buildings, traditional clothing and regional languages. One area that represents this cultural heritage is Trowulan, a sub-district in Mojokerto Regency known as an archaeological site of the Majapahit Kingdom and designated as a world heritage site by UNESCO. Trowulan District has a Majapahit Information Management Unit (PIM), a museum managed by the East Java Cultural Preservation Center XI that stores historical objects and is a tourist destination for historical relics. However, information media such as sign systems and wayfinding in this unit are still inadequate, so the visiting experience is not optimal. This research aims to develop a new sign system and wayfinding design that can facilitate visitors in accessing information. The research method uses qualitative with data collection techniques in the form of interviews, observations, documentation, and literature studies. The design was carried out using the Environmental Graphic Design (EGD) Design Process method by Chris Calori & Vanden-Eyden (2015). The concept developed is simple, easy to understand, and reflects the characteristics of Majapahit. The final result of this research is a sign system and wayfinding design that is expected to facilitate visitors in finding information and supporting the development of historical tourism in Trowulan.