UNMASKING THE DOMESTIC VIOLENCE EXPERIENCED BY LILY BLOOM IN COLLEEN HOOVER'S IT ENDS WITH US
Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) adalah epidemi diam-diam yang membayangi kehidupan jutaan perempuan di seluruh dunia. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi dinamika KDRT dan pelarian Lily Bloom dari hubungan yang penuh kekerasan dalam novel It Ends With Us karya Colleen Hoover. Dengan menggunakan teori siklus kekerasan Lenore Walker, studi ini menganalisis bagaimana Lily mengalami kekerasan berulang dari suaminya, Ryle. Temuan dari studi ini mengungkapkan bahwa kekerasan tersebut mengikuti pola siklus, yang ditandai dengan tiga fase berbeda: peningkatan ketegangan (tension-building), kekerasan akut (acute violence), dan rekonsiliasi (reconciliation). Selain itu, studi ini juga mengkaji bagaimana cara Lily memberdayakan dirinya untuk mengatasi situasi KDRT menggunkan konsep pemberdayaan korban oleh Walker. Hasilnya, Lily berupaya untuk mencari perlindungan di rumah persembunyian (safe house), menjalani pemeriksaan kesehatan (medical alternative), dan akhirnya menceraikan Ryle untuk menuju masa depan yang lebih baik (designing a new tomorrow).
Domestic violence is a silent epidemic that casts a shadow over the lives of millions of women worldwide. This study aims to explore the dynamics of domestic violence and Lily Bloom's escape from an abusive relationship in Colleen Hoover's novel It Ends With Us. Utilizing Lenore Walker's cycle of violence theory, the study analyzes how Lily endures repeated abuse from her husband, Ryle. The findings reveal that the abuse follows a cyclical pattern characterized by three distinct phases: tension-building, acute violence, and reconciliation. Furthermore, this study examines how Lily empowers herself to cope with domestic violence situations by utilizing Walker's concept of victim empowerment. The study found that Lily sought refuge in a safe house, underwent a medical alternative, and ultimately divorced Ryle as important steps in her journey toward designing a new tomorrow. This analysis highlights the complexities of domestic violence and the resilience of victims like Lily in their fight for a safer future.