Mahmudah Indun, Pengaruh Berpikir
Kritis, Kreativitas, dan Kolaborasi Terhadap Kemampuan Problem Solving Mata
Pelajaran Fisika Konsentrasi KeahlianTeknik Kendaraan Ringan (TKR) di SMKN 1
Bendo Magetan 2025
Tujuan penelitian adalah: (1) mengetahui seberapa pengaruh berpikir kritis terhadap
kemampuan problem solving siswa konsentrasi keahlian TKR SMKN 1 Bendo ; (2)
mengetahui seberapa pengaruh kreativitas terhadap kemampuan problem solving
siswa konsentrasi keahlian TKR SMKN 1 Bendo; (3) mengetahui seberapa pengaruh
kolaborasi terhadap kemampuan problem solving siswa konsentrasi keahlian TKR
SMKN 1 Bendo; (4) mengetahui seberapa
pengaruh berpikir kritis, kreativitas, dan kolaborasi terhadap kemampuan
problem solving siswa konsentrasi keahlian TKR SMKN 1 Bendo;
Penelitian ini menggunakan pendekatan
kuantitatif dengan metode atau rancangan korelasional, Peneliti menggunakam
populasi atau sampel, Pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian
analisis data bersifat kuantitatif dengan menggunakan metode Expost Facto.
Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X konsentrasi keahlian TKR
sebanyak 142 siswa yang tersebar dalam 4 kelas pada tahun pelajaran 2024/2025
dengan waktu penelitian 3 bulan. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner,
dokumentasi. Analisis data menggunakan uji validitas, realibilitas, normalitas,
mutikoliniearitas, heteroskedastisitas, regresi linier berganda,analisa
koefisien determinasi serta pengujian hipotesa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji
validitas menunjukkan nilai R hitung > R tabel yaitu 0,471 > 0,1648. Pada
uji realibilitas skor Cronbach’s Alpha kedua kuisioner > 0,60. Pada uji
normalitas dari 4 variabel memiliki skor Asymp.Sig 0,224 > 0,05 artinya
semua variabel ini normal. Uji multikolinearitas, nilai dari Variance Inflation
Faktor (VIP) di bawah 10 dan toleransi di atas 0,1. Nilai VIP pada X1 dan X2 =
0,920, X3=0,999 dengan nilai VIP untuk X1dan X2 = 1,087 dan X3=1,001. Hal ini
menunjukkan tidak saling korelasi secara kuat dan hasil estimasi koefisien
regresi dapat di percaya. Uji heteroskedastisitas mempunyai nilai signifikan yang
lebih besar dari 0,05 (X1=0,213 X2=0,168 X3=0,171) artinya tidak ada bukti
signifikan untuk heteroskedastisitas. Pada uji hipotesis untuk uji regresi
linear berganda. Pada uji simultan nilai F=5,432 dengan signifikansi=0,001 dan
ini jauh lebih kecil dari tingkat signifikansi 0,05. Pada uji koefisien
determinasi R2 menunjukkan model refresi memiliki kemampuan terbatas
dalam menjelaskan variabel independen.
Kata Kunci: Berpikir Kritis, Kreatitivitas,
Kolaborasi, Problem Solving .