PENOKOHAN TOKOH BINATANG DALAM DONGENG DIE BREMER STADTMUSIKANTEN, DER FROSCHKOENIG DAN DER WOLF UND DIE SIEBEN JUNGEN GEIßLEIN KARYA BRÜDER GRIMM
CHARACTERISTICS OF ANIMAL CHARACTERS IN FAIRY TALES DIE BREMER STADTMUSIKANTEN, DER FROSCHKOENIG AND DER WOLF AND DIE SIEBEN JUNGEN GEIßLEIN BY BRÜDER GRIMM
Nama Mahasiswa : Febriyana Dwi Kristantiningtyas
NIM : 19020504043
Prodi : S1 Sastra Jerman
Fakultas : Bahasa dan Seni
Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya
Pembimbing : Dra. Raden Roro Dyah Woroharsi Parnaningroem, M. Pd.
Tahun : 2025
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penokohan tokoh binatang dalam tiga dongeng klasik karya Brüder Grimm, yaitu Die Bremer Stadtmusikanten, Der Froschkönig, dan Der Wolf und die sieben jungen Geißlein. Ketiga dongeng ini dipilih karena menampilkan tokoh-tokoh binatang yang tidak sekadar hadir sebagai elemen imajinatif dalam cerita, tetapi berfungsi sebagai representasi nilai-nilai kemanusiaan. Dalam cerita rakyat dan dongeng, hewan sering kali dipersonifikasikan untuk menyampaikan pesan moral dan sosial secara halus namun efektif. Oleh karena itu, penelitian ini mengkaji bagaimana karakteristik dan peran tokoh binatang diungkapkan serta pesan apa yang disampaikan melalui penokohan tersebut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, yang memungkinkan penulis untuk melakukan pengamatan mendalam terhadap tokoh-tokoh binatang yang muncul dalam teks. Metode pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca dan catat, di mana penulis mencatat bagian-bagian penting yang berkaitan dengan deskripsi tokoh, tindak-tanduk, serta peran mereka dalam perkembangan alur cerita. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan teori penokohan menurut Jauhari (2013), yang terdiri atas tujuh elemen utama: deskripsi fisik, proses berpikir, tindakan, reaksi terhadap kejadian, latar sosial, interaksi antar tokoh, dan dialog.
Hasil analisis menunjukkan bahwa tokoh binatang dalam ketiga dongeng tersebut menggambarkan sifat-sifat manusia seperti keberanian, kecerdikan, kesetiaan, ketakutan, dan kejahatan. Misalnya, dalam Die Bremer Stadtmusikanten, keempat hewan utama bertransformasi dari sosok yang ditolak dan terbuang menjadi kelompok yang solid dan pemberani. Dalam Der Froschkönig, katak menunjukkan nilai-nilai kepercayaan dan penghargaan, sementara dalam Der Wolf und die sieben jungen Geißlein, terdapat kontras kuat antara kecerdikan dan kepolosan. Melalui karakterisasi ini, pembaca diajak untuk merefleksikan nilai-nilai moral yang relevan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penokohan tokoh binatang dalam dongeng bukan hanya berfungsi sebagai unsur hiburan, melainkan juga sebagai medium reflektif yang mampu menyampaikan pesan moral secara simbolik dan mendalam. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi terhadap kajian sastra anak, folklor, dan studi penokohan dalam karya sastra klasik.
Kata kunci: penokohan, tokoh binatang, dongeng, Brüder Grimm, nilai moral, sastra anak
This study aims to examine the characterization of animal figures in three classical fairy tales by the Brothers Grimm: Die Bremer Stadtmusikanten, Der Froschkönig, and Der Wolf und die sieben jungen Geißlein. These tales were chosen because they portray animal characters not merely as decorative or imaginative elements of the story, but as carriers of human values and symbolic meaning. In many traditional narratives, animals are anthropomorphized to represent moral qualities, social behavior, or even psychological conflicts. Therefore, this research seeks to explore how animal characters are constructed and what roles they play in conveying values and messages to the readers.
The research adopts a qualitative descriptive approach, allowing for an in-depth exploration of the selected characters. Data were gathered through a close reading of the original texts, using note-taking techniques to extract relevant segments that illustrate the appearance, actions, thoughts, and relationships of the animal figures. The analysis was conducted using Jauhari’s (2013) characterization theory, which includes seven fundamental aspects: physical description, thought process, behavior, reactions to events, social background, character interaction, and dialogue.
The 2 and wisdom. For instance, in Die Bremer Stadtmusikanten, the four abandoned animals donkey, dog, cat, and rooster form a new community and confront their fate with courage and unity. In Der Froschkönig, the frog symbolizes trust and transformation, while in Der Wolf und die sieben jungen Geißlein, the narrative contrasts innocence and cunningness through the figures of the wolf and the young goats. These portrayals allow readers to interpret the stories not just as fantasy, but also as reflections on ethical choices, personal growth, and social values.
In conclusion, the characterization of animals in fairy tales serves a dual function: to entertain and to educate. Through symbolic representation and moral implication, these characters mirror human life in simplified yet meaningful ways. This study contributes to the field of literary analysis, particularly in childrens literature, folk narratives, and character development in classic tales.
Keywords: characterization, animal figures, fairy tales, Brothers Grimm, moral values, childrens literature