LAGU SEBAGAI BAHAN LITERASI DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS KELAS XII: PENGALAMAN SISWA DAN GURU
SONG AS LITERARY WORK MATERIALS IN ENGLISH LESSON OF GRADE XII: EXPERIENCES OF STUDENTS AND TEACHER
Penelitian ini menginvestigasi penggunaan lagu sebagai materi karya sastra dalam pembelajaran Bahasa Inggris kelas XII, dengan mengeksplorasi pengalaman siswa maupun guru di SMA Negeri 3 Jombang. Menggunakan desain studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan dua belas siswa kelas XII dan satu orang guru Bahasa Inggris, observasi kelas, serta analisis dokumen.
Temuan penelitian mengungkapkan bahwa pemilihan lagu dan persiapan pembelajaran oleh guru dipandu secara sistematis oleh kriteria yang memprioritaskan kekayaan sastra, relevansi tematis, aksesibilitas linguistik, dan kedalaman budaya, yang diimplementasikan melalui kerangka kerja terstruktur sebelum mendengarkan (pre-listening), saat mendengarkan (while-listening), dan setelah mendengarkan (post-listening). Siswa dari semua kelompok kemampuan mempersepsikan lagu sebagai titik masuk studi sastra yang lebih mudah diakses dan tidak mengintimidasi dibandingkan teks konvensional. Mereka juga secara bulat mengonfirmasi adanya pergeseran persepsi, dari melihat lagu hanya sebagai hiburan menjadi mengakuinya sebagai karya sastra yang sah. Pembelajaran berbasis lagu ditemukan dapat meningkatkan motivasi dan keterlibatan aktif, serta menghasilkan pemahaman bahasa kiasan yang berkualifikasi lebih dalam dan organik. Di sisi lain, kompleksitas metafora berlapis dan jarak budaya diidentifikasi sebagai tantangan interpretatif utama. Guru mempersepsikan lagu sebagai gerbang pedagogis yang efektif menuju studi sastra, yang membawa manfaat pada keterlibatan siswa, literasi budaya, dan pemikiran kritis, sembari mengakui adanya tantangan dalam pemilihan lagu, perancangan perancah pembelajaran (scaffolding), dan menjaga keseriusan akademis.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa lagu dapat berfungsi secara efektif sebagai materi sastra ketika diterapkan dalam kerangka pedagogis yang ketat dan selaras dengan kompetensi Kurikulum Merdeka.
Kata Kunci: kelas EFL, Kurikulum Merdeka, pemahaman sastra, lagu sebagai materi sastra, persepsi siswa
This study investigates the use of songs as literary work materials in Grade XII English lessons, exploring the experiences of both students and their teacher at SMA Negeri 3 Jombang. Employing a qualitative case study design, data were collected through semi-structured interviews with twelve Grade XII students and one English teacher, classroom observation, and document analysis.
The findings reveal that the teacher's song selection and lesson preparation are systematically guided by a criteria prioritizing literary richness, thematic relevance, linguistic accessibility, and cultural depth, implemented through a structured pre-listening, while-listening, and post-listening framework. Students across all ability groups perceived songs as more accessible and less intimidating entry points into literary study than conventional texts, and unanimously confirmed a shift in perception from viewing songs as mere entertainment to recognizing them as legitimate literary works. Song-based learning was found to heighten motivation and active engagement, and to produce a qualitatively deeper, more organic understanding of figurative language, while the complexity of layered metaphors and cultural distance were identified as the primary interpretive challenges. The teacher perceived songs as effective pedagogical gateways to literary study, bringing benefits in student engagement, cultural literacy, and critical thinking, while acknowledging challenges in song selection, scaffolding, and maintaining academic seriousness.
The study concluded that songs can function effectively as literary materials when deployed within a rigorous pedagogical framework aligned with the competencies of the Kurikulum Merdeka.
Keywords: EFL classroom, Kurikulum Merdeka, literary understanding, songs as literary materials, student perceptions.