EFEKTIVITAS SUPERVISI KEPALA SEKOLAH MELALUI PLATFORM MERDEKA MENGAJAR
(Studi Kasus Upaya Peningkatan Kinerja Guru Melalui Observasi Kelas Dalam Mewujudkan Pembelajaran Optimal Di SMP Negeri 1 Yogyakarta)
EFFECTIVENESS OF SCHOOL PRINCIPAL SUPERVISION THROUGH THE MERDEKA MENGAJAR PLATFORM
(A Case Study on Efforts to Improve Teacher Performance through Classroom Observation in Achieving Optimal Learning at SMP Negeri 1 Yogyakarta
Supervisi akademik merupakan kegiatan yang membantu dalam tugas guru untuk mengembangkan kemampuan dalam mengelola proses pembelajaran sehingga tercapainya suatu tujuan dalam pendidikan. Pelaksanaan supervisi dilakukan oleh kepala sekolah yang disebut sebagai supervisor. Tahun 2024 menjadi masa transformasi supervisi Pendidikan yang kini diatur dalam Platform Merdeka Mengajar (PMM) melalui fitur pengelolaan kinerja guru. Keberadaan Platform Merdeka Mengajar membantu kepala sekolah dan guru dalam pelaksanaan supervisi dengan melalui satu sub-indikator kinerja yang dipilih dalam siklus peningkatan kinerja. Sub-indikator ini menjadi acuan bagi kepala sekolah dalam melakukan pemantauan dan pembinaan di lingkungan sekolah.
Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi supervisi observasi kelas melalui Platform Merdeka Mengajar di SMP Negeri 1 Yogyakarta (2) Untuk mendeskripsikan dan menganalisis faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan supervisi melalui Platform Merdeka Mengajar di SMP Negeri 1 Yogyakarta (3) Untuk mendeskripsikan dan menganalisis persepsi guru terhadap Platform Merdeka Mengajar dalam pelaksanaan supervisi di SMP Negeri 1 Yogyakarta (4) Untuk mendeskripsikan dan menganalisis efektivitas pelaksanaan supervisi kepala sekolah melalui Platform Merdeka Mengajar dalam meningkatkan kinerja guru di SMP Negeri 1 Yogyakarta.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah model Miles Huberman dengan langkah-langkah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Implementasi supervisi melalui Platform Merdeka Mengajar berlangsung dalam tiga tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan tindak lanjut. Perencanaan mencakup pembentukan tim supervisi, penyusunan jadwal, serta sosialisasi. Pelaksanaan supervisi dilakukan melalui observasi kelas dengan mengacu pada sub-indikator yang dipilih guru. Tindak lanjut supervisi dilakukan melalui platform untuk mendukung peningkatan kinerja guru dalam aspek pedagogik dan pengelolaan kelas. (2) Pelaksanaan supervisi mengalami hambatan, terutama waktu yang saling bertabrakan akibat tugas tambahan guru serta kesiapan yang kurang dalam menghadapi supervisi. Faktor pendukung dalam supervisi meliputi budaya sekolah yang positif, hubungan baik antarrekan sejawat, peran kepala sekolah dalam pembinaan,
jadwal supervisi yang terstruktur, fasilitas yang memadai, serta kemudahan akses melalui Platform Merdeka Mengajar. (3) Platform Merdeka Mengajar berperan dalam memfasilitasi supervisi dengan integrasi dalam BKP, menggantikan penyusunan SKP secara manual, serta memberikan kemudahan bagi guru dalam melakukan refleksi diri secara lebih sistematis. (4) Supervisi dilaksanakan secara efektif untuk membantu guru mengevaluasi kekuatan dan kelemahan dalam proses pembelajaran. Pengukuran dilakukan dua kali, dengan hasil pada pengukuran pertama menunjukkan capaian optimal sesuai ekspektasi dan hasil serupa diperoleh pada pengukuran kedua. Hal ini mengindikasikan bahwa performa kinerja guru tetap stabil tanpa penurunan. Efektivitas supervisi berkontribusi terhadap peningkatan kinerja guru dan kualitas pembelajaran, termasuk dalam perbaikan metode dan strategi pengajaran.
Kata Kunci: Supervisi akademik, Platform Merdeka Mengajar, Kinerja guru
Academic supervision is an activity that supports teachers in developing their competencies in managing the learning process to achieve educational goals. The supervision is carried out by the school principal, who acts as the supervisor. The year 2024 marks a period of transformation in educational supervision, now regulated through the Platform Merdeka Mengajar (PMM) via the teacher performance management feature. The platform assists both principals and teachers in conducting supervision by focusing on a selected performance sub-indicator within a performance improvement cycle. This sub-indicator serves as a reference for principals in monitoring and mentoring within the school environment.
The objectives of this study were: (1) describe and analyze the implementation of classroom observation supervision through the Merdeka Mengajar Platform at SMP Negeri 1 Yogyakarta, (2) identify
supporting and inhibiting factors in the implementation of supervision through the platform, (3) explore teachers' perceptions of the Merdeka Mengajar Platform in the supervision process, and (4) analyze the effectiveness of school principals’ supervision through the platform in improving teacher performance.
This study uses a qualitative approach with a case study type of research. Data collection techniques used are through observation, interviews and documentation studies. The data analysis technique used is the Miles Huberman model, with the steps of data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions.
The results indicate that: (1) The implementation of supervision through the Merdeka Mengajar Platform consists of three stages: planning, implementation, and follow-up. The planning phase involves forming a supervision team, setting a schedule, and conducting socialization. The implementation phase includes classroom observations based on the sub-indicators selected by teachers. The follow-up phase is carried out through the platform to enhance teachers’ pedagogical and classroom management skills. (2) Several obstacles hinder the supervision process, primarily due to time conflicts caused by teachers’ additional responsibilities and insufficient preparation for supervision. However, several supporting factors contribute to the process, including a positive school culture, strong collegial relationships, the school principal’s role in coaching, structured supervision schedules, adequate facilities, and the accessibility of the Merdeka Mengajar Platform. (3) The Merdeka Mengajar Platform serves as a facilitative tool in the supervision process by integrating with the BKP system, replacing manual SKP preparation, and enabling teachers to reflect on their teaching practices in a more structured manner. (4) Supervision was carried out effectively to help teachers evaluate their strengths and weaknesses in the teaching process. The performance was measured twice, with the first assessment showing optimal results in line with expectations, and similar results achieved in the second. This indicates that teachers' performance remained consistent without any decline. The effectiveness of the supervision contributed to the improvement of teacher performance and the quality of learning, including enhancements in teaching methods and strategies.
Keywords: Academic Supervision, Merdeka Mengajar Platform, Teacher Performance