Pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menuntut siswa untuk aktif, kolaboratif, dan memiliki kemampuan komunikasi profesional sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Siswa dituntut untuk lebih terlibat secara aktif dalam pembelajaran, termasuk melalui kegiatan knowledge-sharing behavior , peer support groups , dan individual motivation . Dalam konteks mata pelajaran Dasar Kejuruan Kimia Analisis, keterlibatan siswa ( student engagement ) menjadi faktor penting dalam menjembatani proses pembelajaran menuju pencapaian prestasi belajar yang optimal. Penelitian ini bertujuan 1) menganalisis pengaruh knowledge sharing behavior terhadap student engagement 2) menganalisis pengaruh peer support groups terhadap student engagement 3) menganalisis pengaruh individual motivation terhadap student engagement 4) menganalisis pengaruh knowledge-sharing behavior terhadap prestasi belajar siswa 5) menganalisis pengaruh peer support groups terhadap prestasi belajar siswa 6) menganalisis pengaruh individual motivation terhadap prestasi belajar siswa 7) menganalisis peran mediasi student engagement dalam hubungan antara knowledge sharing behavior , peer support groups , dan individual motivation terhadap prestasi belajar. Penelitian ini penting untuk merespons tantangan dalam pelaksanaan pembelajaran kolaboratif di SMK, serta memberikan dasar empiris bagi strategi penguatan keterlibatan siswa.
Metode yang digunakan adalah kuantitatif ex post facto . Sampel diambil dari siswa kelas XI dan XII Program Keahlian Kimia Analisis SMKN 1 Driyorejo. Teknik pengumpulan data penelitian menggunakan kuesioner. Kuesioner disebarkan secara daring. Jumlah sampel yang diolah adalah 136. Data dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM).
Hasil analisis menunjukkan bahwa knowledge sharing behavior (koefisien = 0,3705; p = 0,0056), peer support groups (koefisien = 0,3526; p = 0,0073), dan IM (koefisien = 0,4854; p = 0,0002) berpengaruh signifikan terhadap student engagement . Student engagement sendiri berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar (koefisien = 0,4109; p = 0,0011). Namun, pengaruh langsung knowledge sharing behavior dan peer support groups terhadap prestasi belajar tidak signifikan, sedangkan individual motivation berpengaruh secara tidak langsung dan langsung terhadap prestasi belajar (total effect = 0.3956; p = 0.0081). Temuan menunjukkan bahwa student engagement sepenuhnya memediasi hubungan knowledge sharing behavior dan peer support groups terhadap PB, dengan nilai RIT masing-masing sebesar 103,19% dan 289,42%. Sementara itu, individual motivation memiliki mediasi parsial dengan RIT sebesar 49,48%. Artinya, keterlibatan siswa menjadi mekanisme utama yang menjembatani pengaruh sosial ( knowledge sharing behavior , peer support groups ) dan psikologis ( individual motivation ) terhadap prestasi belajar mereka. Penelitian ini menegaskan pentingnya membangun lingkungan belajar kolaboratif yang mendukung knowledge sharing behavior , peer support groups , dan penguatan individual motivation siswa untuk meningkatkan keterlibatan dalam pembelajaran. Student engagement terbukti bukan hanya sebagai indikator proses, tetapi juga sebagai jalur penting untuk mencapai hasil belajar yang optimal dalam implementasi Kurikulum Merdeka di SMK