Pengaruh Stres Terhadap Emotional Eating Pada Atlet Arung Jeram Jawa Timur
Seorang atlet sering mengalami stres karena harus memenuhi target yang sudah ditentukan. Apabila atlet tidak bisa mengelola stres dengan baik maka akan cenderung mengalami emotional eating. Hal ini terjadi karena atlet ingin mengurangi kondisi stres yang sedang dialami. Dalam kondisi ini nantinya akan menimbulkan pola makan yang tidak sehat dan dapat mengganggu performa atlet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh stres terhadap emotional eating pada atlet arung jeram di Jawa Timur. Desain penelitian yang digunakan cross sectional dengan sampel penelitian sebanyak 68 atlet. Alat ukur yang digunakan yaitu skala stres yang dibuat berdasarkan teori Cohen et al., (1994) dan skala emotional eating yang mengacu pada teori van Strien at al., (1986) Analisis data menggunakan uji regresi linear sederhana dan menunjukkan hasil R Square sebesar 0,092 yang mengindikasikan variabel stres memengaruhi variabel emotional eating sebesar 9,2%. Hasil nilai korelasi juga menunjukkan nilai positif yang artinya semakin tinggi tingkat stres, semakin tinggi juga tingkat emotional eating.
An athlete often experiences stress because they have to meet predetermined targets. If athletes cannot manage stress well, they will tend to experience emotional eating. This happens because athletes want to reduce the stressful conditions they are experiencing. In this condition, it will lead to unhealthy eating patterns and can interfere with the athlete's performance. This research aims to determine whether there is an influence of stress on emotional eating in white water rafting athletes in East Java. The research design used was cross sectional with a research sample of 68 athletes. The measuring instruments used are a stress scale based on the theory of Cohen et al., (1994) and an emotional eating scale which refers to the theory of van Strien at al., (1986). Data analysis uses a simple linear regression test and shows an R Square of 0.092. which indicates that the stress variable influences the emotional eating variable by 9.2%. The results of the correlation value also show a positive value, which means that the higher the stress level, the higher the level of emotional eating.