KECEMASAN BAHASA ASING DI ANTARA SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS KELAS 12
FOREIGN LANGUAGE ANXIETY AMONG 12th GRADE SENIOR HIGH SCHOOL STUDENTS
Kecemasan tampaknya menjadi sebuah kelemahan bagi siswa yang sedang belajar Bahasa Inggris karena dapat menyebabkan persepsi diri yang negatif dan memengaruhi aspek-aspek lain yang mendukung proses pembelajaran. Akibatnya, siswa mungkin tidak mencapai tingkat kemahiran Bahasa Inggris yang tinggi atau sesuai harapan, terutama dalam hal kelancaran berbicara. Siswa kelas 12 di sebuah sekolah menengah swasta di Surabaya mengalami ketakutan atau kecemasan saat berbicara Bahasa Inggris karena mereka merasa tertantang untuk berkomunikasi dengan guru dan teman sebaya dalam proses belajar-mengajar Bahasa Inggris. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki tingkat kecemasan berbicara Bahasa Inggris yang dialami oleh siswa kelas 12 di sekolah menengah swasta di Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, dengan menggunakan kuesioner terstruktur untuk menjawab pertanyaan penelitian dan mengumpulkan data. Sebanyak 33 pertanyaan kuesioner terkait kecemasan berbicara Bahasa Inggris, yang disebut Foreign Language Classroom Anxiety Scales (FLCAS), digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini. Sebanyak 173 siswa kelas 12 mengisi kuesioner dengan menggunakan metode convenience sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 133 siswa memiliki tingkat kecemasan sedang, 29 siswa memiliki tingkat kecemasan rendah, dan 11 siswa lainnya memiliki tingkat kecemasan tinggi, dengan faktor-faktor yang memengaruhi meliputi pemahaman komunikasi, kecemasan saat ujian, dan ketakutan terhadap penilaian negatif. Temuan dari penelitian ini memiliki implikasi bagi para pembelajar Bahasa Inggris yang mengalami kecemasan saat berbicara, serta bagi para pengajarnya. Hasil penelitian ini memberikan wawasan yang dapat digunakan untuk memperbaiki praktik pengajaran di masa depan dan membantu para pendidik memahami kecemasan yang dialami siswa mereka.
Anxiety, seems to be a disadvantage for students learning English because it can lead to negative self-perception and affect other aspects that support the learning process. As a result, students may not achieve a high or desired level of English proficiency, especially in terms of fluency. Grade 12 students in a private senior high school in Surabaya experience fear or anxiety in speaking English because they feel challenged to communicate with teachers and peers in the English teaching and learning process. The objective of this study is to investigate the level of English speaking anxiety experienced by grade 12 students in a private high school in Surabaya. The present study adopted a descriptive quantitative methodology, employing a structured questionnaire to answer the research questions and collect data. A total of 33 questionnaire questions related to English speaking anxiety named Foreign Language Classroom Anxiety Scales (FLCAS) were used to collect data for this study. A total of 173 grade 12 students responded to the questionnaire using convenience sampling method. This study found that 133 students had a moderate level of anxiety, while 29 students had a low level of anxiety and 11 others had a high level of anxiety, while the influencing factors included communication understanding, test anxiety, and fear of negative evaluation. The results of the present study have implications for both English language learners who experience anxiety when speaking English and for their instructors. The findings offer insights that can inform future teaching practices and help educators better understand the anxiety of their students.