Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas latihan interval
with mini hurdle dalam menurunkan tingkat kejenuhan pada atlet
middle distance remaja usia 15-19 tahun. Penelitian ini
menggunakan desain eksperimen dengan dua kelompok (K1 dan
K2), masing-masing terdiri dari 15 atlet. Kelompok eksperimen
diberikan program latihan interval yang dikombinasikan dengan
mini hurdle secara terstruktur dan progresif, sedangkan kelompok
kontrol menjalani latihan konvensional tanpa variasi rintangan.
Tingkat kejenuhan diukur menggunakan kuesioner
terstandarisasi yang mengacu pada Athlete Burnout Questionnaire
(ABQ), yang meliputi dimensi kelelahan emosional, penurunan
prestasi, dan depersonalisasi. Pengukuran dilakukan pada tahap
pre-test dan post-test. Analisis data menggunakan uji Shapiro-Wilk
untuk normalitas serta uji paired sample t-test untuk melihat
perbedaan skor sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil
menunjukkan adanya penurunan signifikan skor kejenuhan pada
kedua kelompok (K1 : 45,67 ± 3,79 menjadi 30,07 ± 3,67; K2 : 37,47
± 1,30 menjadi 29,53 ± 1,92; p = 0,001). Simpulan penelitian
menegaskan bahwa latihan interval with mini hurdle efektif
mengurangi kejenuhan sekaligus meningkatkan motivasi dan iii
kesejahteraan psikologis meningkatkan motivasi
dan
kesejahteraan psikologis atlet remaja.
Kata Kunci : Atlet remaja, latihan interval, mini hurdle, kejenuhan,
middle distance