THE USE OF THE SAMR MODEL TO IMPROVE STUDENTS SPEAKING ABILITY
Berbicara adalah kemampuan manusia yang diberikan Tuhan untuk berkomunikasi satu sama lain menggunakan suara dan bahasa yang dapat dikenali oleh manusia lain. Salah satu alat terpenting dalam kegiatan sosial adalah berbicara. Tim pendidikan berharap agar siswa mampu menerapkan dan menguasai strategi berbicara sebagai hasil dari kegiatan belajar mengajar baik di dalam maupun di luar kelas. belajar berbicara membutuhkan banyak pengulangan, menghafal, dan pengucapan. Siswa membutuhkan model pembelajaran yang bebas dari kendala waktu, mudah diakses, dan mampu meningkatkan motivasi mereka untuk belajar.
Model Substitusi, Augmentasi, Modifikasi, dan Redefinisi disinyalir mampu meningkatkan improvisasi belajar siswa dengan pengalaman siswa terapan. Penelitian ini berfokus pada penelitian quasi eksperimen untuk mendapatkan data peningkatan yang signifikan pada penggunaan model SAMR untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam berbicara teks prosedur. Penelitian ini menggunakan dua sampel, satu kontrol, dan satu eksperimen, dengan 31 siswa di setiap kelas. Model SAMR digunakan oleh peneliti dengan RPP, bahan ajar, rubrik penilaian, pre dan post test, aplikasi Google Doc, dan YouTube. Hasil perhitungan menggunakan alat SPSS dengan t-test dan ANCOVA menghasilkan nilai effect size (0,98) yang menunjukkan adanya perubahan pada kemampuan berbicara siswa.
Menggunakan kuesioner yang diisi oleh guru untuk membandingkan pengalaman siswa di kelas eksperimen dengan kelas kontrol, menunjukkan antusiasme dan peningkatan motivasi siswa.
Speaking is a God-given human ability to communicate with one another using voices and language that other humans can recognize. One of the most important tools in social activities is talking. The education team hopes that students will be able to employ and master speaking strategies as a result of teaching and learning activities both inside and outside the classroom. learning to speak takes a lot of repetition, memorizing, and pronouncing. Students require a learning model that is free of time constraints, easily accessible, and capable of increasing their motivation to learn.
The substitution, Augmentation, Modification, and Redefinition Model is allegedly able to improve student learning improvisation with the applied student experience. This research focuses on quasi-experiment research to obtain significant improvement data on the use of the SAMR model to improve students' ability to speak procedure text. The study used two samples, one control, and one experiment, with 31 students in each class. The SAMR model was used by the researcher with lesson plans, teaching materials, assessment rubrics, pre-and post-tests, Google Doc applications, and YouTube. The results were calculated using the SPSS tool with the t-test and ANCOVA, which produced an effect size value of (0.98) indicating that there is a change in students' speaking abilities.
Using a questionnaire completed by the teacher to compare student experiences in the experimental class to those in the control class, demonstrating enthusiasm and an increase in student motivation.